Krisis Murid Baru di Sejumlah SD Negeri, Sekolah Swasta Lebih Diminati


Oleh: Bunda Erma E. (Pemerhati Pendidikan dan Generasi)

Fenomena ratusan sekolah dasar (SD) negeri sulit mendapatkan murid baru dirasakan hampir di setiap kabupaten di Jawa Timur. Seperti di Kabupaten Ngawi, ada 502 SD negeri dan swasta yang tersebar di 19 kecamatan mengalami kekurangan murid. Bahkan di tahun ajaran ini ada atu sekolah negeri sama sekali tidak memperoleh siswa baru sehingga kelas I kosong. (berita jatim.com, 14-7-2026)

Kondisi krisis murid bari di tingkat dasar ini juga dialami oleh Kabupaten Tulungagung dan Blitar. Sebagaimana yang dicatat oleh Dinas Pendidikan (Diknas) Tulungagung, ada 49 satuan pendidikan sekolah dasar (SD) kurang diminati siswa baru. Bahkan empat di antaranya sama sekali tidak mendapatkan siswa. (detik.com, 15-7-2026)

Banyak faktor yang menyebabkan banyak sekolah negeri krisis mendapatkan murid baru. Misal jumlah anak usia sekolah yang makin minim karena pertumbuhan penduduk menurun, generasi menua, dan urbanisasi. Masyarakat hari ini cenderung lebih memilih sekolah yang berbasis Islam, seperti SD Islam Terpadu (SDIT), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dst. Hal ini dianggap bisa menjadi solusi bagi para orangtua yang ingin menyelamatkan anaknya karena kerusakan akhlak dan moral anak hari ini.

Solusi yang dilakukan pemerintah adalah regrouping beberapa SDN menjadi satu, tetapi ini juga tidak mudah, karena jarak sekolah yang jauh menjadi kendala. Perubahan struktur demografi terjadi karena program keluarga berencana (KB) dari pemerintah yang menjadikan jumlah kelahiran turun. Juga Kegagalan kebijakan ekonomi membuat biaya hidup tinggi dan kesejahteraan sulit diraih sehingga pasangan muda enggan punya anak atau membatasi jumlah anak. Urbanisasi juga masih marak karena kesenjangan pendapatan desa dan kota, menyebabkan banyak masyarakat mangadu nasib di kota.

Sikap orangtua lebih memilih sekolah yang mengajarkan agama dibandingkan sekolah negeri menunjukkan ketakutan besar terhadap kerusakan generasi hari ini akibat sistem sekuler liberal yang memproduksi berbagai kerusakan moral hingga tindak kriminal di kalangan anak sekolah. Hanya saja sekulerisme yang tidak diakui telah diadopsi di negeri ini, faktanya telah berpengaruh buruk pada setiap kehidupan masyarakat, keluarga dan generasi. Sekulerisme telah masuk di dunia pendidikan melalui kurikulum. Nampak, bahwa pelajaran agama hanya punya porsi kecil dibanding dengan mata pelajaran yang lain. Selain itu agama dipelajari bukan untuk diamalkan dan menjadi standart dalam setiap aktivitas, melainkan sebatas dihafalkan dan diujikan secara teori. 

Perubahan kurikulum berulangkali terbukti tak mampu membendung kerusakan yang ditimbulkan oleh sistem sekuler liberal. Apapun kurikulum yang diterapkan, data problem anak menunjukkan trennya justru makin meningkat. Mulai dari kasus bullying, narkoba,pergaulan bebas, dll. Kondisi ini juga terjadi di sekolah yang berbasis agama termasuk di pesantren. Hal ini membuktikan bahwa akar persoalannya bukan karena kualitas SD swasta atau Islam lebih baik dari pada SD negeri, akan tetapi adalah sistem sekuler kapitalis yang diterapkan di negeri ini merupakan biang dari kerusakan generasi. Selain itu sistem pendikan kita juga telah gagal mencetak output yang memiliki kualitas kepribadian yang baik.

Sudah seharusnya ada perubahan besar yang dilakukan untuk memperbaiki sistem pendiidkan hari ini. Dalam Islam pendidikan adalah kebutuhan dasar dan pilar penting peradaban sehingga negara bertanggung jawab menjamin ketersediaan dan pemerataan pendidikan berkualitas dan gratis bagi seluruh rakyat. Negara dalam sistem Islam yakni Kh1l4f4h wajib menyediakan pendidikan yang berkualitas mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi secara gratis bagi seluruh rakyatnya. 

Sistem pendidikan dalam negara Kh1l4f4h dilandasi atas dasar akidah Islam, yang nampak dalam kurikulum, praktik dan penerapan teori dalam kehidupan. Selain itu tujuan pendidikan dalam Islam adalah mencetak peserta didik yang beriman, memiliki kepribadian Islam serta menguasai sains dan teknologi sebagai sarana yang akan memudahkan kehidupan manusia. 

Negara Kh1l4f4h juga wajib menyediakan SDM guru, infrastruktur, sarana dan prasarana untuk mendukung berjalannya pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu negara akan mengalokasikan anggaran yang dibutuhkan dalam pendidikan yang dikelola Baitul Maal Kh1l4f4h baik dalam kondisi kas negara ada atau tidak.

Kesadaran masyarakat hari ini harus dinaikkan dari level ingin menyelamatkan anaknya dari bahaya kerusakan menjadi kesadaran politik bahwa kerusakan yang ada adalah kerusakan sistemik akibat penerapan sistem sekuler liberal. Sehingga dakwah politik untuk membangun kesadaran politik masyarakat menjadi sangat penting, sehingga dapat menggerakkan masyarakat untuk merubah sistem sekuler liberal menjadi sistem Islam.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar