New Gaza, Ladang Bisnis Amerika di Atas Air Mata Palestina


Oleh : Ummu Aulia (Muslimah Pejuang Peradaban)

Zionis Israel terus masif melakukan aneksasi di wilayah Tepi Barat. Ribuan serangan, ancaman, serta teror dilancarkan oleh pemukim ilegal. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat lebih dari 1.380 insiden terkait pemukiman yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan properti sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026. Angka tersebut setara dengan rata-rata 6,6 kejadian setiap hari di lebih dari 256 komunitas Palestina.

Dalam periode yang sama, lebih dari 2.300 warga Palestina terpaksa mengungsi akibat eskalasi kekerasan tersebut. Tak hanya menghancurkan puluhan masjid di Tepi Barat, Zionis juga berencana membangun 2.300 unit perumahan ilegal baru.

Di sisi lain, proyek "New Gaza" gagasan Donald Trump melalui skema Born of Peace (BOP) terus berjalan masif. Proyek ini menuai kritik tajam karena dikhawatirkan menjadi kedok untuk mengusir warga Gaza, agar tanah mereka dapat dikuasai dan dibangun ulang oleh investor asing.


Ambisi Israel Raya dan Perlindungan Amerika

Aneksasi ini terus meluas meski dunia internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecamnya. Realitas ini menunjukkan kearoganan Israel yang merasa di atas angin karena tahu tidak ada kekuatan dunia yang menindak mereka secara tegas. Di bawah proteksi Amerika Serikat, Zionis leluasa melakukan genosida terhadap warga Palestina demi ambisi mewujudkan "Israel Raya".

Kemerdekaan Palestina mustahil diberikan oleh Zionis karena bertentangan dengan doktrin mereka yang ingin menghapus kedaulatan Palestina sepenuhnya. Oleh karena itu, konsep solusi dua negara (two-state solution) hanyalah utopia yang mustahil disepakati.

Sementara itu, proyek "New Gaza" disinyalir kuat menjadi ladang bisnis baru bagi Amerika Serikat. Rencana rekonstruksi jangka panjang bernilai miliaran dolar ini sejatinya bertujuan mengubah wilayah pascakonflik menjadi pusat ekonomi pasar bebas dan pariwisata komersial yang kapitalistik.


Jihad dan Khilafah: Solusi Hakiki

Berdamai dengan Zionis adalah hal yang mustahil. Jihad melawan penjajah merupakan satu-satunya solusi hakiki yang dituntut oleh syariat Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu..." (QS. Al-Baqarah: 191).

Program Born of Peace (BOP) hanyalah jerat bisnis global yang sama sekali tidak membawa kemaslahatan bagi rakyat Palestina. Kaum muslim jangan sampai terkecoh oleh janji manis BOP yang pada akhirnya justru merugikan warga Gaza. Keterlibatan para penguasa muslim dalam proyek ini sejatinya merupakan sebuah bentuk pengkhianatan terhadap umat.

Oleh karena itu, umat Islam harus terus menyerukan kepada para penguasa negeri-negeri muslim untuk mengirimkan militer guna mengusir Zionis. Kesadaran umat tentang solusi tuntas ini harus terus dibangun. Perlindungan hakiki hanya akan diperoleh melalui tegaknya Khilafah,institusi yang mampu menjaga darah dan kehormatan kaum muslim secara nyata. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu merupakan perisai, orang-orang akan berperang di belakangnya dan menjadikannya sebagai pelindung." (HR. Muslim).

Khilafah akan menyatukan seluruh potensi umat Islam serta mengemban risalah ke seluruh penjuru dunia melalui dakwah dan jihad.

Penerapan hak-hak warga negara secara adil hanya akan terwujud melalui penerapan aturan Islam secara kaffah. Umat harus diberikan pemahaman yang sahih mengenai arti kemerdekaan Palestina yang sebenarnya serta jalan untuk mewujudkannya. Di sinilah pentingnya ikut dalam jemaah dakwah ideologis yang konsisten mengajak umat kembali kepada kehidupan Islam, sesuai dengan metode dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Wallahu a'lam bish-shawab.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar