Banjir Hutanabolon Pertanyakan Keseriusan Pemerintah


Oleh: Marnisa

Lagi-lagi terulang kembali banjir di Tapanuli Tengah yang telah menggenangi pemukiman warga kelurahan Hutanabolon yang membuat warga merasakan resah dan juga kecewa, karena selama ini pemerintah selalu menjanjikan akan menagani banjir dengan memberi solusi tepat bagi masyarakat setempat agar banjir tersebut tidak lagi terulang kembali. 

Padahal pemerintah Tapanuli Selatan selalu mengklaim akan percepatan penanganan pascabencana, nyatanya warga Hutanabolon masih selalu menghadapi banjir setiap kali banjir mengguyur. 

Terlihat memang pemerintah lalai terhadap penanganan banjir tersebut, sehingga memunculkan anggapan masyarakat bahwa persoal mendasar saja seperti kapasitas drainase, aliaran Sunggai belum di tangani, apa pagi memikirkan sistem pengendalian banjir secara optimal. (Waspada.id, 18/07/2026)

Salah seorang warga yang berdampak bernama Ardiansyah mengungkapkan telah kehilangan harapan karena banjir yang terus berulang tanpa ada perubahan yang nyata.  "Setiap hujan sebentar banjir datang lagi, kami selalu menjadi korban. Kami ingin pemerintah benar- benar hadir dengan tindakan yang nyata bukan hanya menyampaikan di media saja. Sampaikan warga harus hidup dengan ancaman banjir yang terus berulang?” Ujarnya 

Seharusnya pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan darurat saat banjir terjadi. Tapi ada langkah konkret solusi yang tepat untuk mencegah agar air tidak meluap sampai ke pemukiman warga 

Banjir Hutanabolon yang berulang bukan bencana alam semata, tapi bukti gagalnya pemerintah mengurus tata kelola lingkungan dan infrastruktur. Kalau hulu hutan digunduli, drainase diabaikan, dan proyek hanya jadi proyek, maka wajar warga bertanya soal keseriusan negara. Jangan sampai penanganan banjir hanya datang saat kamera media ada. Rakyat butuh solusi sistemik, bukan janji musiman.

Dalam penanganan banjir tidak cukup hanya penanganan teknis saja. Karena sering sekali terbentur dengan fundamentalis yang melahirkan sipat pramagtis. Seperti solusinya untuk mengurangi banjir dengan modifikasi cuaca. Akan tetapi tidak memberi aturan ketatat kepada orang yang telah merusak sumber daya alam. Sebab orang-orang tersebut adalah penyongkong dari sebuah kepentingan dari para korporasi sehingga mereka bisa mendapatkan lahan sebebasnya untuk di jadikan sebuah proyek.

Sudah sangat jelas jika pemerintah memang hanya berpihak kepada pemilik modal untuk menjajahi Sumber Daya Alam dengan imbalan cuan. Buktinya pemerintah lebih memihak kepada korporasi dari pada warganya sendiri. 

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena ulah tangan manusia, supaya Allah merasakan merasakan kepada mereka sebahagia dati akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”. (TQS. Ar-rum : 41)

Dari ayat tersebut tampak jelas untuk membuka mata kita semua terutama para penguasa bahwa Islam meruapakan rahmat seluruh alam semesta yang memiliki solusi mengatasi banjir dan seperti halnya genangan yang memiliki kebijakan efektif dan efesien.

Pertama di dalam negara Islam ketika banjir datang maka solusi dari negara akan segera mungkin mereka atasi seperti membangun berbagai bendungan yang mampu menampung air Sungai yang meluap misalnya dimasa kejayaan Islam didekat kota Madinah Munawarah terdapat bendungan Qusaybah, yang memiliki kedalaman 30 meter dan panjang 205 meter yang dibangun untuk mengatasi banjir di kota madinah. Begitu juga di masa juga di masa khilafah Abbasyyah, dibangun beberapa bendungan di kota Baghdad yang terletak di sungai tigris. Di Spanyol berhasil membangun bendungan sungai Turia kehebatan hingga saat ini masih terlihat bahwa bendungan tersebut dapat memenuhi kebutuhan irigasi di Valencia .

Kedua Islam juga melakukan penjagaan yang sangat ketat bagi kebersihan Sungai atau danau atau pun kanal dengan cara memberi sanksi bagi siapa yang mengotori dan mencemari sungai. Kemudian menetapkan daerah-daerah sebagai cagar alam yang harus dilindungi. Dan menetapkan kawasan hutan lindung yang tidak bisa dimanfaatkan kecuali dengan izin dan akan memberi sanksi berat kepada merusak perusak lingkungan hidup.

Ketiga ketika bencana alam banjir datang maka negara segera dan secepat mungkin untuk melakukan tindakan cepat memberi evaluasi, bantuan dan memberi pengobatan.  Kemudian mendengarkan keluh kesah dari rakyat dan juga memberi mereka semangat hidup dengan memberi tausiah agar selalu muhasabah terhadap bencana yang ada. 

Begitulah perhatian Islam terhadap rakyatnya selalu bertanggung jawab dan cepat tanggap untuk kesejahteraaan rakyatnya. Hanya Islam yang mampu memberi solusi tepat setiap problematika kehidupan. Termasuk masalah banjir yang berulang. Wallahu a’lam bishawab.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar