MBG Salah Alamat


Oleh : Ida Yani

Menurut Kementerian Kesehatan, Papua terkategori 10 propinsi penyandang angka stunting tinggi serta gizi buruk akut. Akan tetapi hanya ada 1% dapur Makan Bergizi Gratis di sana. Itu pun belum beroperasi, dan menurut para ibu setempat, lebih baik dibagikan uang saja biarlah mereka memasak sendiri menu yang cocok dengan selera, agar tidak terbuang. Sedangkan di Jawa ada 53% padahal termasuk wilayah dengan angka stunting rendah.

BBC News Indonesia memaparkan bahwa di Kabupaten Mamberamo Raya Papua ada satu kampung dengan tiga predikat yaitu termiskin, terpencil dengan angka stunting tertinggi. Di sana ibu melahirkan tidak dibantu tenaga kesehatan. Anak- anak bertubuh kurus, perut buncit dan hanya sebagian kecil saja balita yang tersentuh imunisasi.

Kampung Anggreso itulah lokasinya. Karena ibu hamil dan menyusui kekurangan gizi, dampaknya bayi yang dilahirkan pun kurang gizi berkelanjutan lalu meninggal. Bahkan rumah tanpa dinding yang tidak layak tinggal pun di sana bukan hal asing. Begitu miskin dan tertinggalnya wilayah ini, hingga umur anak ataupun orang tua mereka tidak sempat untuk mengingatnya. bbc.com/ indonesia (28 juli 2026).

Menurut Kompas ada 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menerima anggaran namun belum beroperasi. Berkat pembenahan pengelolaan MBG dana tersebut bisa dikembalikan ke dalam kas Negara. Selanjutnya terus dievaluasi terhadap 28.000 SPPG di seluruh Indonesia. Berjalannya revormasi ditandai dengan bergantinya Kepala Badan Gizi Nasional dari Nanik Sudaryanti Deyang kepada Sudaryono mantan Wakil Menteri Pertanian.

BGN juga mengklasifikasikan 3.000 an dapur didasarkan standar mutu dan keamanan pangan serta mengatur ekspansi pembangunan dapur dengan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program MBG tetap menjadi tempat investasi terbaik demi mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, begitu semboyan dari Bapak Qodari. kompas.com (29 juli 2026).

Dari paparan di atas nampak jelas bahwa program MBG sudah salah alamat. Asal mula program MBG ini bertujuan untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk. Tetapi justru di wilayah yang sungguh miskin, dengan kondisi mulai dari ibu hamil, bayi, sampai balita mengalami kurang gizi akut, justru belum tersentuh realisasi program besar negara ini. Dana besar digelontorkan bukan untuk memprioritaskan mengentaskan masalah mereka yang paling berhak. Pemerintah hanya mementingkan pada keluarnya anggaran dari pusat. Tanpa terfokus pada tujuan awal lahirnya program ini. Mereka yang sakit karena kurang gizi masih tetap dengan kondisinya dan belum mendapatkan uluran program besar dari negara.

Sementara itu di berbagai wilayah sudah tersiar kabar MBG beracun beracun merenggut korban murid - murid di beberapa sekolah. MBG untuk balita juga tidak diberikan, karena para orang tua khawatir terhadap kesehatan balita kesayangan mereka. Banyak kritik dari masyarakat terhadap kebijakan program besar ini. Akan tetapi program besar tetap harus jalan. Bahkan demi program ini berbagai anggaran dipangkas. Baik itu dana pendidikan, kesehatan, hingga dana desa. Jika kita analisa dana pendidikan, kesehatan dan yang lainnya sebenarnya lebih penting daripada Makan Bergizi Gratis. Rakyat pergi ke sekolah bukan untuk makan gratis, tapi untuk mendapatkan pendidikan. Jadi tidak benar jika dana pendidikan dipangkas demi MBG.

Ada lagi drama anak sekolah berangkat dari rumah sehat, setelah makan MBG beracun harus rawat inap di rumah sakit. Lebih kejam lagi dana yang harusnya diberikan pada rakyat miskin tersebut justru masuk ke kantong pribadi untuk dikorupsi. Program yang lahir dengan alasan meningkatkan kualitas hidup masyarakat hanya berujung pada ajang bagi - bagi di kalangan penguasa dan pengusaha. Rakyat kembali jadi korban kambing hitam yang merana.

Semua ini kembali pada landasan pengambilan kebijakan. Kapitalisme yang diemban negara lebih mementingkan citra mulia penguasa demi jabatan periode selanjutnya. Rakyat sejahtera itu urusan esok lusa tak terlaksana pun tidak apa-apa. Saat negara menggelontorkan dana yang direncanakan adalah keuntungan penguasa bersama teman-temannya.

Rakyat adalah lahan usaha yang harus diperas jerih payahnya. Sudah alami dari generasi ke generasi bahwa demokrasi biang korupsi. Pesta demokrasi berbiaya tinggi bukan rahasia lagi. Maka selagi masih dalam posisi tinggi harus menumpuk pundi-pundi. Begitulah wajah kapitalisme yang berorientasi pada kapital semata. Sudah biasa jika dikatakan program negara sebagai tempat investasi. Cita-cita Indonesia Emas adalah penguasa yang meraih emas hasil investasi kepada rakyat. Dalam sistem kapitalisme rakyat adalah tempat penguasa berdagang untuk meraih keuntungan.

Sistem kapitalisme sangat bertentangan dengan sistem Islam. Dalam Islam penguasa bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya. "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas rakyat yang dipimpinnya. Maka seorang pemimpin (imam/kepala negara) adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya." (HR.Bukhari dan Muslim). 

Seorang penguasa kelak akan mempertanggung jawabkan kesejahteraan rakyat seluruh negara. Maka beliau harus berhati-hati dalam menjalankan setiap kebijakan. Apalagi berkaitan dengan kesehatan yang tentu saja mempengaruhi keselamatan hidup rakyat. Hal ini tentu harus diutamakan bukan hanya dijadikan sebagai alasan untuk mengambil keuntungan pribadi.

Penguasa dalam Islam ketika mengambil kebijakan mengutamakan kemaslahatan umat. Bukan sekedar pencitraan apalagi mengambil keuntungan. Semua berorientasi pada kebutuhan rakyat. Apa yang jadi masalah rakyat di situ solusi benar-benar diberikan, bukan sekedar pencitraan. 

Dalam Islam pemilihan pemimpin tak perlu kampanye berbiaya tinggi. Seorang pemimpin yang takut akan tanggung jawab tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk berebut kursi jabatan. Proses pemilihan dengan mekanisme yang mudah, efektif dan efisien. Tak perlu politik balas budi yang berujung pada kebijakan berdasarkan bagi-bagi laba investasi. Dengan mengganti sistem kapitalisme dengan menerapkan sistem Islam, maka semua keruwetan ini akan berhenti. Takkan ada masalah MBG salah alamat. Stunting, gizi buruk akut, ataupun korupsi dana semua jadi masa lalu. Insyaallah rakyat sejahtera, negara aman dan perkasa. Aamiin.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar