Refleksi Nakba : Palestina Butuh Persatuan Untuk Pembebasan Hakiki


Oleh : Nikmatus Sa’adah 

Peristiwa Nakba atau “malapetaka” peristiwa yang merujuk pada tahun 1948 ketika Palestina dirampas secara paksa oleh zionis Israel dengan bantuan Inggris dan negara-negara Barat. Setiap tanggal 15 Mei dunia memperingati tragedi nakba ini sebagai simbol perampasan tanah, penghancuran kehidupan dan penghianatan kemanusiaan. Pada saat itu, rakyat Palestina di usir dan perkampungan dihancurkan oleh zionis Israel. Bahkan penjajahan itu masih berlangsung hingga saat inj meskipun peristiwa nakba sudah berakhir 78 tahun yang lalu. Perampasan tanah, pembantaian, penghancuran rumah warga, hingga pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak terjadi semakin menjadi-jadi. 

Sedangkan respon dunia terhadap kondisi Palestina tetaplah hanya sekedar kecaman atau bantuan logistik saja. Dunia Internasional yang menjunjung tinggi Hak asasi, perdamain dan sistem demokrasi nyatanya hanya omong kosong belaka. Mereka tidak mampu meredam penjajahan yang terjadi di Palestina atau bahkan mereka sengaja membiarkan hal itu terjadi sampai orang kafir menguasai tanah Palestina. Hal ini bisa dilihat bahwa respon negara-negara besar malah mendukung penjajahan Israel terhadap Palestina melalui dukungan ekonomi, politik dan militer untuk Israel. 


Omong Kosong Kapitalisme 

Kapitalisme yang diterapkan oleh sebagian besar negara hari ini telah menampakkan wujud aslinya, yaitu tidak ada keadilan yang sesungguhnya tanpa adanya kepentingan. Keadilan hanya berlaku pada negara yang kuat, sementara negara yang lemah berusaha untuk dihancurkan. Selain itu, karena sistem kapitalisme inilah negeri-negeri islam hari ini tidak bisa bersatu untuk membebaskan tanah Palestina. Sekat nasionalisme dan adanya kepentingan kerjasama antara negeri Islam dengan Amerika menjadikan negeri Islam enggan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan hingga saat ini. 


Persatuan untuk Pembebasan Hakiki 

Dalam Islam, tanah Palestina adalah tanah yang dimuliakan Allah, negeri para nabi, dan tanah kehormatan kaum muslimin. Maka penjajahan atas tanah Palestina tidak hanya sekedar penjajahan wilayah, namun bentuk penghinaan terhadap umat Islam secara keseluruhan.  

Jika akar masalah dari peristiwa nakba ini karena sistem kapitalisme yang diterapkan oleh negeri-negeri muslim hari ini, maka sesungguhnya solusi pembebasan hakiki bagi Palestina adalah bersatunya negeri-negeri islam dibawah kepemimpinan Islam. Jika negeri-negeri Islam bersatu dalam naungan Khilafah, maka akan sangat mudah melakukan pembebasan bagi Palestina. Sebab Ketika islam diterapkan secara kaffah negara islam akan menjadi negara yang kuat dan tidak tergantung dengan barat. 

Maka sudah saatnya negeri-negeri Islam hari ini untuk bersatu dan membebaskan tanah Palestina dengan satu komando dari negara khilafah. Wallahu ‘alam




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar