Oleh : Ummu Aulia (Muslimah Pejuang Peradaban)
Gelombang larangan tentang adanya nonton bareng (nobar) film pesta babi karya Dandhy Dwi Laksono marak di berbagai daerah. Salah satu nya terjadi di Ternate, nobar dibubarkan oleh TNI. Sementara itu, kegiatan nobar di Universitas Mataram (Uniram) terpakasa dihentikan seusai dibubarkan oleh pihak keamanan kampus.
Watchdoc melaporkan setidaknya 21 kali "intimidasi serius" selama pemutaran film pesta Babi di berbagai daerah di Indonesia. Intimidasi ini berupa telepon pihak keamanan, dipantau langsung intelijen keamanan, permintaan identitas penyelenggara hingga tindakan pembubaran acara secara paksa.
Alasan yang diberikan beragam, mulai dari persoalan izin, hingga muatan film yang dinilai provokatif. Film dokumenter berdurasi 95 menit tersebut mengambil latar di wilayah Papua Selatan, terutama di Merauke, Boven Digoel dan Mappi. (Kompas.com).
Film yang membahas tentang alih fungsi hutan Papua untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate yang diduga hanya menguntungkan oligarki, sedangkan rakyat Papua harus menanggung derita akibat kehilangan hutan sebagai mata pencaharian untuk hidupnya.
Kapitalisme Pemicu Ketimpangan Ekonomi
Langkah represif ini menjadi bukti nyata adanya upaya pembungkaman sistemis untuk membungkam suara-suara kritis di tengah masyarakat. Fenomena tersebut sekaligus membuka wajah demokrasi yang digembor-gemborakan sebagai kebebasan berpendapat bergeser ke arah otoriter dan anti-kritik, larangan nobar film pesta babi membuktikan keadilan dalam demokrasi hanya ilusi. Meski rezim sering mengkampanyekan Demokrasi sebagai hak berpendapat telah mereka nodai dengan upaya pembungkaman.
Pelarangan diskusi dan pemutaran karya seni seperti pesta babi menunjukkan ketakutan penguasa terhadap pemikiran kritis. Negara yang mengklaim diri mereka demokratis justru menggunakan kekuasaannya untuk untuk menghilangkan narasi yang akan mengungkap kebobrokan mereka. Hal ini membuktikan sistem ini memegang sistem ganda, demokrasi hanya diizinkan selama tidak mengancam eksistensi penguasa serta oligarki pemilik modal.
Proyek Strategis Nasional terbukti menjadi dalih negara dalam sistem demokrasi kapitalisme untuk memberikan lahan jutaan hektare bagi oligarki yang mendukungnya dengan dalih investasi. Hal ini mengakibatkan ketimpangan kepemilikan lahan yang luar biasa.
Sistem kapitalisme penyebab ketimpangan ekonomi, dalam sistem ini harta milik umum bisa dikuasai oleh segelintir oligarki. Akibatnya, rakyat sengsara.
Sistem Islam Pencegah Kedzaliman
Kondisi ini sangat kontras dengan sistem islam, islam tidak hanya menghargai gak asasi secara hakiki, tetapi juga menjadi wujud keadilan yang nyata di tengah masyarakat. Dalam pengelolaan agraria serta ruang hidup, islam menetapkan batas-batas kepemilikan yang adil guna mencegah kedzaliman.
Perlindungan kepemilikan individu : Lahan yang sah milik pribadi diakui penuh oleh negara. Negara diharamkan menggusur pemilik lahan guna kepentingan pribadi maupun oligarki.
Pengelolaan kepemilikan umum : Dalam islam masyarakat berserikat dalam tiga hal sebagai mana hadits nabi: "Kaum Muslim (manusia) berserikat dalam tiga hal : air, padang rumput, dan api ; dan harganya adalah haram." (HR. Ibnu Majah nomor 2463 dan HR. Abu Dawud)
Lahan atau sumber yang menguasai hajat hidup orang banyak dikategorikan sebagai milik umum. Negara wajib mengelolanya secara mandiri, dan seluruh hasilnya digunakan untuk kemaslahatan umat.
Asas bebas bahaya : Dalam mengelola aset negara, pemerintah tidak boleh membawa kerusakan bagi kehidupan masyarakat maupun lingkungan sekitar. Proyek negara berorientasi pada kemaslahatan umat serta dilaksanakan sesuai syariat, bukan untung kepentingan segelintir umat.
Negara dalam sistem islam terbuka terhadap kritik serta siap mengoreksi ketika adanya masukan dari rakyat. Sistem islam dalam naungan khilafah islamiyah adalah solusi hakiki dari segala problem kehidupan yang terjadi saat ini. Sistem yang lahir dari Pencipta alam semesta telah terbukti lebih dari 1300 tahun menguasai dunia dengan keadilannya sehingga disebut sebagai masa keemasan.
Saatnya kembali pada sistem yang memuliakan manusia dengan cara ikut jamaah dakwah ideologis yang mengajak umat untuk kembali kepada kehidupan islam, sistem yang memuliakan manusia karena lahir dari sang Pencipta.
Wallahu alam bissawab
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar