URGENSITAS VISI KEPEMIMPINAN GLOBAL


Oleh : Liza khairina

Sungguh dunia terus berubah dengan beragam dinamikanya, tapi tidak dengan kondisi kaum Muslimin. Dimana wilayah dihuni kaum Muslimin, di situ penindasan, pembunuhan, pembodohan, pemiskinan diproduksi. Seolah tidak memberi nafas kebebasan bagi kaum Muslimin mengekpresikan keimanannya. Seperti pembenaran atas sabda Rasul saw yang menggambarkan bahwa dunia ini adalah "penjara bagi orang beriman". Sehingga hidup bagi orang beriman harus diterima sebagai ujian.

Ini pemikiran tentulah tidak benar. Menjadikan kaum Muslimin pasrah saja menjalani hidup tanpa ada upaya untuk keluar dari kubangan kegelapan penindasan yang dibuat oleh musuh-musuh Islam. Padahal jamak diketahui bagaimana torehan demi torehan ulama dan sejarawan dunia menggambarkan kepemimpinan kaum Muslimin atas peradaban dunia dengan kemakmuran tanpa batas wilayah, suku, agama dan ras. khususnya jaminan gerak kaum Muslimin yang leluasa mengekspresikan keimanannya. 

Yang seharusnya kita pahami dalam peristiwa demi peristiwa menimpa kaum Muslimin hari ini adalah, sebagai musibah yang harusnya dihadapi dengan memperhatikan dinamika umat kemana arah pandang sistem memberikan pelayanan. Sistem yang hari ini dalam dominasi kapitalisme Barat tentu saja tidak memberi ruang keadilan dan keamanan pada perjuangan Islam dan kaum Muslimin. Lihatlah bagaimana Dunia Islam, khususnya Palestina diperlakukan. Suara sumbang masyarakat dunia tumpul di hadapan PBB yang terus nembiarkan Palestina dalam bulan-bulanan Zionis Israel. Belum lagi duka lara kaum Muslimin lainnya di belahan bumi lain yang justru semakin dijauhkan dari sorot mata kita. 

Fakta yang begitu terang diproklamirkan musuh Islam di hadapan dunia hari ini adalah hukuman mati yang dikeluarkan pemerintah Zionis Israel pada seluruh tahanan Muslimin pejuang tanah Gaza Palestina, tidak sedikitpun memunculkan sikap berang dan penentangan oleh PBB, penguasa-penguasa Muslim, apalagi BOP (Board of peace). Mereka sama sekali tidak menghargai nyawa kaum Muslimin. Bahkan dibeli murah dengan hanya kalimat kecaman dan berbagai perjanjian yang terus dikhianati. 

Padahal mereka cukup punya kekuatan untuk menghentikan kepongahan dan semena-menanya Zionis laknatullah alaihim. Tapi, mereka lebih memilih diam, seolah tidak terjadi apapun, tidak peduli nyawa kaum Muslimin. Membiarkan saja pembantaian itu dipertontokan di depan mata penduduk bumi. Mengabaikan permintaan tolong mereka yang bertahun-tahun tanpa perisai. 

Sangat jauh berbeda dengan kepemimpinan Islam yang menghargai dan menjamin kehidupan manusia, lebih-lebih kaum Muslimin yang haram darahnya ditumpahkan tanpa hak. Peringatan keras dan penghargaan Islam atas nyawa kaum Muslimin telah disampaikan oleh lisan Rasul saw: "Hilangnya dunia lebih ringan bagi Allah dibanding terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak." (HR. An-Nasai dan Turmudzi) 

Sayang, dunia hari ini hilang peduli. Lebih-lebih penguasa Muslim munafik dan zhalim yang justru menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpinnya dengan mengabaikan saudara Muslimnya dan ajaran Islam yang dianutnya. 

Padahal nenek moyang mereka, para nabi, para khalifah telah meninggalkan warisan mulia, kepemimpinan. Yakni sistem hukum, budaya, sosial, ekonomi, politik dan kebutuhan sistem lainnya yang menjaga harta, jiwa, akal, agama dan keturunan agar terwujud kemaslahatan, kebaikan dan kesejahteraan sebagaimana fitrahnya. 

Musibah yang berturut-turut menimpa kaum Muslimin hari ini tidaklah sesuai dengan aqidah Islam. Islam yang menjamin terpeliharanya jiwa mengharuskan kita tidak diam bersabar dan hanya berdoa atas apa yang menimpa saudara-saudara kita. Tapi melawan dengan bersatu dalam komando kepemimpinan Islam secara global. Karena jelas sekali bagaimana musuh-musuh Islam berambisi ingin menyingkirkan Islam dan kaum Muslimin dalam sebuah komando ideologi kapitalisme sekuler Barat dengan memanfaatkan kebencian musuh-musuh Islam yakni Yahudi, Nasrani dan musyrikin.

Karena itu, sudah saatnya kita menyatukan visi pandangan kepemimpinan global, demi menyelamatkan saudara-saudara Muslim kita dimanapun berada. Khususnya Palestina yang hari ini dalam ancaman kematian tanpa pembela. Dengan begitu, tidak akan ada jalan bagi musuh-musuh Islam berani lancang menindas kaum Muslimin. Besok di hadapan Allah swt kita memiliki hujjah yang akan menyelamatkan kita dari adzab akhirat yang menghinakan sebab mengabaikan kewajiban kita sebagai sesama Muslim.[]




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar