Dehumanisasi Muslim Palestina, Luka tanpa Jeda


Oleh: Nurmalasari (Aktivis Muslim Purwakarta)

Penderitaan muslim Palestina kini semakin menjadi-jadi, hingga saat ini terjadi dehumanisasi muslim Palestina oleh Zionis Israel yang sudah tidak lagi memandang kondisi. Kebiadaban Zionis pun semakin bringas bagai serigala lapar, warga sipil yang tak berdaya termasuk anak-anak yang masih hidup mereka bunuh dengan membabi buta.

Kebiadaban Israel pun kian di luar batas manusiawi, korban yang sudah tewas jenazahnya tidak boleh dikuburkan di tanahnya sendiri, bahkan jika sudah terlanjur dikubur, kuburan tersebut harus dibongkar kembali (Sindo News, 10-5-2026).

Miris, jumlah korban tewas akibat agresi Zionis Israel di Jalur Gaza yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 72.736 orang, dengan 172.535 lainnya terluka. Jumlah keseluruhan warga Palestina yang tewas sejak diberlakukan gencatan senjata 11 Oktober 2025 telah mencapai 850, sementara korban luka bertambah menjadi 2.433 orang. Sebanyak 770 jasad juga telah ditemukan dari timbunan reruntuhan. (Antaranews.com,10-05-2026)

Sementara sejumlah 172.535 mengalami luka-luka. Serangan yang dilancarkan terus menelan korban sipil. Tak pandang bulu, dewasa ataupun anak-anak. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan satu dari lima korban amputasi adalah anak-anak (tempo.co.id, 4-5-2026).

Tidak puas dengan hal itu, mereka menjadikan Palestina bagaikan wilayah kematian paling kejam bagi para jurnalis. Lebih dari 300 jurnalis tewas sejak penyerangan 7 Oktober 2023. Demikian dilaporkan OHCHR, Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (antaranews.com, 4-5-2026).


Sekat Nasionalisme

Para Zionis semakin gencar dalam memperluas penyerangan untuk memperluas kependudukan. Berbagai cara mereka lakukan bahkan perjanjian gencatan sejata pun tidak mereka hiraukan. Zionis terus menyerang Gaza dengan dukungan politik , militer serta keuangan dari AS. Zionis Israel pun menyerang para jurnalis dengan tujuan membungkam mata dunia terhadap keadaan Gaza yang kian memprihatinkan.

Bukan rahasia umum lagi kalau akar permasalahan Gaza adalah keberadaan entitas Zionis di tanah muslim Palestina. Keberadaan Zionis semakin kuat dikarenakan 50 negara-negara muslim tidak bersatu dalam membebaskan Palestina, negeri-negeri muslim masih terpengaruh terhadap nasionalisme yang mengakar dan mengikat mereka untuk melindugi dan menyelamatkan negaranya sendiri. Sekat nasionalisme telah menciptakan dinding besar atas ukhuwah islamiah.

Sekat nasionalisme menjadikan kaum muslim tidak lagi merasa bahwa mereka ibarat satu tubuh. Meski keadaan Palestina sudah sedemikian parah, ketidak pedulian yang timbul akibat sekat nasionalisme tersebut membuat negeri-negeri muslim menganggap apa yang dialami kaum muslim di Palestina bukanlah hal yang utama untuk menjadi urusan mereka karena Palestina bukan bagian dari tubuh satu negara.


Solusi Islam

Melihat kondisi penjajahan terhadap Palestina sudah seharusnya negeri muslim di dunia tidak boleh berpangku tangan. Palestina merupakan saudara satu tubuh yang harus segera dibebaskan dan hanya dengan sistem Islamlah semua persoalan akan mendapatkan solusi yang pasti. 

Dalam sistem Islam solusi yang diberikan yaitu dengan adanya ikatan Ukhuwah Islamiyyah. Ukhuwah Ini menjadikan satu-satunya jalan yang mampu mengusir para Zionis dari tanah Palestina dengan membentuk kekuatan militer, jihad fi Sabilillah. Sehingga bisa mengembalikan tanah Palestina kepada pemiliknya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu.” (TQS. Al-Hajj: 39).

Satu-satunya institusi yang mampu membela dan menjaga darah kaum muslimin adalah hanya dengan sistem Islam. Sistem yang paripurna yang mampu menghentikan segala bentuk penjajahan tanpa harus menunggu korban berjatuhan.

Sistem Islam satu-satunya pemersatu umat yang akan menjadi wadah yang mampu menyatukan umat sekaligus mengurusi semua urusan warga negaranya dengan melaksanakan hukum syarak yang adil dan bijaksana sesuai dengan pedoman dari Allah SWT yaitu Al-Qur'an dan as-sunah. 

Dalam sistem Islam umat akan didik melalui dakwah jama'i sehingga dakwah inilah yang mampu menempatkan Islam sebagai ideologi sehingga mampu mengubah arah pandang umat agar mampu berjuang menerapkan Islam secara kaffah di setiap bidang kehidupan, sehingga umat memiliki pemahaman, perasaan dan tingkat laku yang sama. 

Mengingat negeri-negeri muslim mempunyai banyak sumber saya alam yang melimpah ruah dan kekuatan militer yang kuat hingga tidak bisa di pandang sebelah mata, maka sudah saatnya negeri-negeri muslim bersatu untuk melawan dan mengusir entitas Zionis Israel dari tanah Palestina dan menumpas hegemoni AS atas dunia.

Maka sudah saatnya umat bangkit dan berpikir cemerlang dan mendalam untuk segera bisa mendirikan sistem Islam secara kaffah, karena hanya dengan sistem Islamlah yang bisa membebaskan Palestina serta mewujudkan kedamaian dunia. 

Wallahu'alam




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar