Aesthetic Muslim yang Sesungguhnya


Oleh : Siti Nurhalijah 

Di era sekarang, istilah aesthetic sering diartikan sebagai sesuatu yang indah, rapi, dan enak dipandang. Banyak orang berlomba-lomba menata rumah, penampilan, hingga gaya hidup agar terlihat menarik. Namun sebagai seorang Muslim, keindahan tidak hanya soal tampilan luar, tetapi juga harus selaras dengan syariat Islam. Hidup aesthetic dalam Islam bukan berarti berlebihan atau hanya mengejar penilaian manusia, melainkan menciptakan keindahan yang membawa ketenangan, kebersihan, dan keberkahan.

Makna aesthetic dalam Islam
Dalam Islam, keindahan sangat dianjurkan. Rasulullah ï·º bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim). Namun, keindahan dalam Islam memiliki batasan, yaitu tidak melampaui syariat, tidak berlebihan (israf) dan tidak menimbulkan riya (pamer).

Prinsip hidup aesthetic sesuai syariat.
1. Niat yang Lurus
Segala sesuatu dimulai dari niat. Hidup rapi, bersih, dan indah sebaiknya diniatkan untuk ibadah, bukan sekadar ingin dipuji orang lain.
2. Menjaga Kebersihan
Islam sangat menekankan kebersihan. Rumah yang bersih, pakaian yang rapi, dan lingkungan yang terjaga adalah bagian dari keindahan yang diridhai Allah.
3. Sederhana tapi Elegan
Aesthetic tidak harus mahal. Dalam Islam, kesederhanaan adalah kunci. Barang yang sederhana namun tertata rapi justru lebih menenangkan dan tidak memberatkan.
4. Menutup Aurat dengan Indah.
Berpakaian rapi, bersih, dan sesuai syariat adalah bentuk aesthetic seorang Muslimah. Tidak harus mencolok, tetapi tetap enak dipandang dan sopan.
5. Menghindari Berlebihan (Israf) terlalu banyak dekorasi, membeli barang hanya karena tren, atau mengikuti gaya hidup yang memaksa diri adalah hal yang perlu dihindari.
6. Menjaga Hati
Aesthetic yang paling penting adalah hati yang bersih. Percuma tampilan indah jika hati dipenuhi iri, dengki, atau kesombongan.

Contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari:
• Menata rumah dengan sederhana dan bersih.
• Menggunakan warna-warna lembut yang menenangkan
• Menyediakan waktu untuk ibadah dengan ruang yang nyaman.
• Berpakaian rapi meskipun di rumah.
• Tidak berlebihan dalam membeli barang

Manfaat Hidup Aesthetic Sesuai Syariat:
• Hati lebih tenang dan nyaman.
• Lingkungan terasa damai
• Terhindar dari sifat boros
• Mendapat pahala karena niat yang benar.
• Menciptakan keluarga yang harmonis.

Hidup aesthetic bukan hanya tentang apa yang terlihat indah di mata manusia, tetapi tentang keselarasan antara lahir dan batin dalam ketaatan kepada Allah. Keindahan sejati lahir dari hati yang bersih, niat yang lurus, serta amal yang sesuai dengan tuntunan syariat karena seorang muslim menjalani hidup dengan sederhana, menjaga kebersihan, menata lingkungan dengan baik, serta menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, maka itulah bentuk aesthetic yang utuh—tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menenangkan jiwa. Menghadirkan Allah dalam setiap aspek kehidupan: dari cara berpakaian, menata rumah, berbicara, hingga memperlakukan orang lain. Dengan demikian, keindahan yang tercipta bukan sekadar tren sesaat, tetapi menjadi jalan menuju keberkahan dan ridha Allah.

Namun saat ini menerapkan aesthetics muslim yang sesungguhnya sulit sebab tidak didukung oleh sistem. Saatnya kembali kepada sistem Islam sebab hanya sistem Islam yang dapat sejalan dengan hal demikian. Tugas kita adalah mengkaji Islam kaffah bersama kelompok dakwah Islam ideologis dan mendakwahkannya di tengah-tengah masyarakat agar semakin banyak yang tercerahkan.

Waallahu'alam bishshawab.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar