Oleh: Isheriwati, S.Pd.I
Jika suatu negeri dijajah apakah negeri tersebut hanya diam? Jika negara diserang musuh, apakah rakyatnya tidak boleh melawan? Begitukah yang dikehendaki oleh zionis hari ini, negara yang dijajah tidak boleh melawan dan harus tunduk pada musuh, harus menyerahkan diri bahkan harus menyerahkan semua senjata yang dimiliki, demiliterisasi dengan kata lain senjata rakyat Gaza harus dilucuti.
Zionis Israel tidak melakukan genosida sendiri ada AS yang siap mendanai bahkan Dewan Perdamain (Board of Peace/BoP) yang dibentuk oleh Trump ikut mendesak Hamas untuk segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi jalur Gaza.
Amerika serikat (AS) mengiginkan Hamas menyerahkan hampir semua persenjataan serta menyerahkan peta jaringan terowongan bawah tanah di Jalur Gaza. Sungguh miris dunia tahu “pembantaian mengerikan” yang dilakukan zionis kepada rakyat Gaza masih berlangsung hingga hari ini.
Sayang, dunia berhasil dipaksa percaya bahwa solusi bagi Gaza adalah demiliterisasi Hamas dan pengakuan kemerdekaan Palestina dalam bingkai dua negara. Padahal demiliterisasi adalah bagian dari serangan pemikiran barat untuk mengubah cara pandang umat, yaitu menjadikan perlawanan sebagai ancaman dan penyerahan senjata sebagai jalan damai.
Palestina belum merdeka, piagam BoP tidak memuat kata freedom untuk palestina. Pendudukan zionis yang hampir seabad dilegalkan secara struktural.
Oleh karena itu palestina tidak akan memiliki kedaualatan, apalagi kemerdekaan. BoP justru menghentikan seluruh upaya membebaskan palestina dari penjajah zionis Yahudi. Palestina merdeka mustahil lahir dari BoP.
Bergabungnya pemimpin muslim dalam BoP adalah pengkhianatan terhadap perjungan palestina dan hukumnya haram, mereka duduk bersama penjajah dan penjagal, melanjutkan kemungkaran, mengikuti arahan barat karena tujuan BoP adalah memerangi mujahidin dan merampas tanah Gaza untuk proyek politik-ekonomi dengan sang inisiator yaitu AS yang selama ini dikenal sebagai negara yang memerangi kaum muslimin.
Solusi Palestina adalah penguasa negeri-negeri muslim mengirimkan tentara mereka untuk berjihad bersama mujahidin palestina, mengusir zionis yahudi dari wilayah itu, kaum muslimin harus bersatu, potensi kesatuan negeri muslim bisa menjadi kekuatan global baru.
Kesatuan negeri muslim yang diikat dalam institusi Khilafah Islam akan mampu mengalahkan hegemoni negara adidaya kafir. Hanya Khilafah Islam yang akan membebaskan palestina dan negeri-negeri muslim yang terjajah lainnya. Bukan demiliterisasi yang nyata-nyata justru membungkam perlawan rakyat Gaza. Allahu a'lam bishawwab.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar