Jaminan Kesejahteraan Setiap Jiwa dalam Islam


Oleh : Reshi Umi Hani

Rata-rata pengeluaran masyarakat Paser tercatat menjadi terendah di Kaltim. Data BPS 2025 yang dirilis per Maret 2026 mencatat rata-rata pengeluaran masyarakat Paser sekitar 1,7 jt perbulan. Sehingga menjadikan paser terendah se Kalimantan Timur yang berada di kisaran 2,1 jt perbulan. Adapun kota Bontang menduduki yang tertinggi yaitu sekitar 2,6 jt perbulan.

Pengeluaran rendah tidak berarti masyarakat hidup hemat dan baik-baik saja. Hal ini justru menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat masih terbatas. Hal ini dikarenakan rendahnya tingkat pendapatan dan peluang ekonomi.

Disisi lain pembangunan yang belum merata juga mengakibatkan akses ekonomi masyarakat menjadi rendah seperti lapangan kerja yang sulit dan akses transportasi yang belum optimal juga mengakibatkan daya beli masyarakat menjadi rendah, pilihan belanja yang sedikit dan konsumsi yang menurun. Secara umum hal ini juga menjadi cermin atas tingkat ketidak kesejahteraan, keterbatasan dan kemiskinan di masyarakat masih menjadi hal yang terus terpelihara dalam sistem ekonomi kapitalisme sekuler.

Karena kekayaan dalam sistem ini, menjadikan hanya terdistribusi pada elite tertentu. Besarnya ketimpangan sosial antara kaya dan miskin merupakan hal yang pasti akan ditemukan dalam masyarakat yang mengadopsi sistem ini.

Dalam Islam tingkat kesejahteraan masyarakat bukan diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran, tetapi dipastikan setiap individu (bukan kolektif) mendapatkan hajat hidup yang layak. Kesejahteraan mencakup kebutuhan jasmani (materi) dan kebutuhan spiritual (moral/ruhiyah), bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi fisik.

Kesejahteraan hakiki diwujudkan melalui sistem Islam, di mana negara bertanggung jawab langsung atas kesehatan, pendidikan, dan keamanan, serta mengelola sumber daya alam untuk kemaslahatan umat.

Negara akan memastikan rakyat dapat mengakses kegiatan ekonomi seperti lapangan pekerjaan dan transportasi yang layak bagi masyarakatnya. Didamping itu, negara juga menerapkan sistem ekonomi Islam yang menjadikan sumber pemasukan negara dan distribusinya diatur sedemikian rupa untuk kesejahteraan rakyatnya. Menggunakan mekanisme ekonomi Islam (seperti zakat) dan pelarangan riba, serta memastikan harta milik umum tidak dikuasai individu, sehingga tercipta keadilan sosial.

Kesejahteraan Islam bukan sekadar materi atau angka pertumbuhan ekonomi, melainkan terpenuhinya kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan) setiap individu secara layak. Konsep ini menekankan keberkahan melalui penerapan syariat Islam secara totalitas, yang menjamin keadilan sosial, distribusi kekayaan merata, serta menjaga kemuliaan perempuan.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar