Bahaya Tren Freestyle Tak Layak Ditiru


Oleh: Dwi Jayanti (Generasi Peduli Umat) 

Diera perkembangan digital yang semakin pesat, banyak hal yang bisa menjadi tren di kalangan masyarakat. Mulai dari tren Beauty, Dance, tantangan unik bahkan hal-hal ekstrem. Namun, sayangnya tidak semua tren membawa dampak positif, sebagian justru bisa mengancam keselamatan dan nyawa. Salah satunya adalah tren freestyle yang saat ini sedang marak di lakukan oleh anak-anak SD dan TK. Tren freestyle adalah tren yang meniru gaya freestyle dari sebuah game online. Namun, tren freestyle ini bukanlah tren yg membawa dampak positif sebab tren ini dapat menyebabkan cedera yang parah bahkan kematian. 

Dilaporkan dua orang siswa dari SD dan TK di Lombok Timur meninggal dunia, diduga usai melakukan aksi Freestyle. Dilansir dari KumparanNews.Com, seorang siswa SD bernama Hamad Izan Wadi (8) di Desa Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, meninggal dunia usai di diduga melakukan aksi freestyle yang terinspirasi dari game online. 

Menurut keterangan Kapolsek Lenek, Ipda Alam Prima Yogi, korban mengalami cedera parah di leher, diduga tulang lehernya patah. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan medis namun pada hari minggu 03/05/2026 korban meninggal dunia. Menurut Ipda Alam Prima Yogi tren freestyle ini marak dilakukan oleh anak-anak. (Kumparan, kamis 07/05/2026). Korban kedua adalah seorang siswa TK berinisial F yang meninggal dunia usai mengalami cedera fatal di leher usai melakukan aksi freestyle (Tribunpontianak.co.id 06/05/2026).

Saat ini pihak Kepolisian, Sekolah, Dinas Pendidikan, Psikolog anak, hingga KPAI memberi himbauan kepada orang tua untuk lebih mengawasi penggunaan HP, media sosial, serta tontonan anak-anak. 

Dari dua kejadian diatas, hal ini tentu menjadi alarm keras semua pihak untuk senantiasa menjaga anak-anak dari tontonan yang berbahaya dan mengancam nyawa mereka. Sebab anak-anak usia SD dan TK belum memiliki kemampuan berfikir yang matang untuk membedakan mana hiburan dan mana tindakan berbahaya yang bisa mengancam nyawa mereka. Hal yang mereka lihat menarik didunia maya seringkali membuat mereka memiliki keinginan untuk mencobanya di dunia nyata tanpa mereka sadari hal tersebut berbahaya bagi nyawa mereka.

Dalam hal ini, orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi dan mendampingi apa yang anak-anak tonton, dan juga tiru. Sebab, tanpa pendampingan orang tua bisa membawa anak ke arah yang berbahaya. Namun, saat ini banyak orang tua yang merasa bahwa anak-anak aman berada di dalam rumah dengan gadget mereka tanpa mereka sadari bahwa bahaya itu bisa datang dari mana saja, salah satunya bisa melalui gadget itu sendiri. 

Kondisi juga di perparah dengan lingkungan yang menormalisasi anak-anak mengikuti tren-tren yang berseliweran di media sosial tanpa adanya pengawasan dari orang dewasa. Sehingga hal ini seringkali menjadikan anak bebas meniru apapun yang viral demi terlihat seru dan keren. 

Hal ini juga tak lepas pula dari kurangnya peran negara dalam mengontrol konten digital yang berbahaya sehingga menjadikan anak-anak dengan mudah mengaksesnya. Dari sini, kita bisa lihat bahwa negara terkesan abai dengan keselamatan individu rakyatnya, padahal sejatinya negara harus menjamin keamanan dan keselamatan setiap individu rakyatnya.

Kejadian seperti ini tidak akan terjadi jika sistem Islam diterapkan. Sebab, dalam sistem Islam ada tiga pilar penting yang harus berjalan bersamaan dalam pendidikan anak, yaitu orang tua, lingkungan, dan negara bukan hanya peran keluarga semata.

Pertama, dalam dunia pendidikan Islam, orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik, mengarahkan, dan sekaligus menjaga anak dari hal berbahaya, sebab, anak-anak yang belum balig belum memiliki akal yang sempurna sehingga masih membutuhkan bimbingan dan perlindungan dari orang tua. 

Kedua, lingkungan juga mempunyai andil dalam pendidikan terhadap anak. Lingkungan bertanggung jawab untuk membantu menciptakan kebiasaan baik di sekitar anak-anak, sehingga anak-anak bisa dijauhkan dari hal-hal berbahaya. 

Ketiga, negara memiliki peran krusial untuk menjaga generasi dari pengaruh buruk, dengan menciptakan sistem yang dapat melindungi mereka dan menjaga keselamatan dan keamanan setiap individu. Negara akan melakukan kontrol yang sangat ketat terhadap setiap konten digital yang tidak bermanfaat dan yang dapat membahayakan setiap nyawa individu rakyatnya sebab segala urusan rakyat menjadi tanggung jawab negara, yaitu tanggung jawab seorang pemimpin negara, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadist yang artinya "Imam (Khalifah) adalah raa'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya" (HR. Al-Bukhari). Tak hanya itu saja, negara juga akan memperbanyak konten-konten edukasi bagi rakyatnya sehingga mampu menciptakan generasi yang cemerlang. 

Hal itu semua hanya bisa terwujud apabila ditegakkannya Daulah Islamiyah, yang menjamin setiap keamanan dan keselamatan setiap individu rakyatnya sehingga mampu menciptakan kedamaian dan ketentraman bagi setiap rakyatnya. Serta mampu menghasilkan generasi yang cemerlang bagi masa depan bangsa. 

Wallahu a’lam bisshawwab




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar