Derita Anak Gaza Tercabik Luka, Hilangnya Kemampuan Berbicara Anak Gaza


Oleh : Nikmatus Sa’adah, S.P

Kehidupan dunia anak yang sangat erat dengan canda tawa, nyatanya tidak dirasakan seutuhnya oleh anak-anak di Gaza. Derita anak-anak Gaza yang terjadi hari ini adalah sebagian dari mereka kehilangan kemampuan berbicara. Hal ini tidak terjadi begitu saja, kehilangan kemampuan ini adalah dampak dari trauma psikologis yang mereka alami. Penderitaan yang mereka alami nyatanya sudah melampaui batas kekuatan anak-anak. Mereka harus terus menyaksikan kehilangan tempat tinggal mereka, kehilangan anggota keluarga, dan kematian yang terus mengintai mereka.  

Psikoterapis Katrinn Glatz Brubakk asal Norwegia bekerjasama dengan MedecinsSans Frontieres (MSF) telah melakukan misi kemanusiaan ke Gaza untuk menangani anak-anak yang kehilangan kemampuan berbicara akibat konflik. Katrin mengatakan bahwa “Tidak ada satupun anak di Gaza yang tidak trauma”. Ia juga menuturkan “Ada lebih dari satu juta anak yang telah menderita trauma parah”. (bbc.com/8/6/2026)

Dari peristiwa ini menunjukkan bahwa seranagn Israel terhadap Palestina tidak hanya menghancurkan bangunan dan infrastruktur, namun lebih dari itu. Anak-anak sebagai penerus generasi harus menanggung derita yang tak kunjung usai. Derita yang sangat parah mengakibatkan anak-anak sakit fisik, mental hingga merenggut masa depan mereka. 


Akar Masalah 

Kejahatan Zionis Israel adalah penyebab utama derita anak-anak Gaza hari ini. Serangan yang dilakukan oleh Israel secara terus menerus mengakibatkan trauma berat anak-anak Gaza. Maka sesungguhnya serangan yang dilakukan oleh Israel bukan sekedar perang, namun ini adalah upaya genosida untuk menghancurkan palestina. 

Ironinya, penderitaan yang parah ini nyatanya belum juga menggerakkan hati para penguasa di negeri-negeri muslim. Mereka masih tutup mata dan diam atas penderitaan anak-anak di Gaza. Hal yang bisa mereka lakukan hanyalah kecaman diplomatik, bantuan makanan dan kesehatan. Bantuan itupun juga tidak semuanya tersalurkan ke Palestina. 

Sesungguhnya penderitaan Palestina ini tidak akan pernah terselesaikan jika kondisi negeri-negeri Muslim hari ini masih terpecah dengan ideologi mereka masing-masing. Ideologi kapitalisme yang dianut oleh negeri-negeri muslim inilah yang mengakibatkan lemahnya kondisi kaum Muslimin.
  

Solusi Islam

Dalam pandangan Islam, penjajahan fisik yang diterima seorang muslim harus dilawan dengan jihad fi sabilillah. Jihad ini wajib dipimpin oleh negara yang mengerahkan pasukan militernya untuk melawan penjajahan. Hal ini membuktikan bahwa ketika kaum Muslimin kondisinya terpecah seperti hari ini, maka jihad fi sabilillah tidak bisa dilaksanakan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan. Maka solusi yang tuntas untuk permasalahan Palestina hanyalah dengan bersatunya kaum Muslimin dibawah naungan Khilafah, karena hanya khilafahlah yang bisa menurunkan pasukan jihad fi sabilillah untuk membebaskan Palestina dan menolong derita anak-anak Palestina. Wallahu’alam




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar