Oleh : Alma
Zionis Israel terus melancarkan operasi militernya di Jalur Gaza hingga kini dan mengabaikan berbagai kesepakatan serta perjanjian gencatan senjata. Serangan tanpa henti yang mengarah pada genosida ini secara terang-terangan telah merampas ruang hidup rakyat Palestina.
Ambisi Israel untuk memperluas wilayah kendalinya hingga mencakup 70 persen Jalur Gaza adalah ancaman nyata bagi warga Palestina. Perluasan permukiman di Tepi Barat menjadi bukti nyata dari ambisi besar mewujudkan proyek "Israel Raya”.
Berbagai pihak menyoroti operasi entitas zionis sebagai tindakan kejam yang tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga memicu krisis kemanusiaan dan kehancuran paling parah di dunia. Tindakan zionis ini merupakan bentuk kebiadaban dan kejahatan kemanusiaan yang nyata adanya.
Tidak sampai disitu saja, zionis bahkan juga mengibarkan bendera Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa sebagai simbol zionis Israel telah mengalahkan umat Islam. Tindakan provokatif tersebut sangat tidak bisa ditoleransi.
Krisis berkepanjangan di Palestina ini terus berlanjut akibat hilangnya persatuan umat dan sikap abai dari para penguasa Muslim. Perpecahan ini membuka jalan lebar bagi Israel untuk terus menindas rakyat Palestina. Selama para pemimpin Muslim tidak bersatu, perdamaian dan kemerdekaan di Palestina akan sulit terwujud.
Ambisi besar “Israel Raya” untuk menguasai tanah Palestina tidak bisa lagi dilawan hanya dengan kecaman semata. Umat Islam di seluruh dunia membutuhkan kekuatan dan persatuan yang nyata. Wujud konkret dari persatuan besar ini hanya bisa tegak melalui sistem Khilafah.
Perjuangan untuk menegakkan kembali sistem Khilafah harus menjadi prioritas utama umat Islam di seluruh dunia. Sistem ini menjadi wujud persatuan umat Islam yang hakiki. Tanpa adanya sistem Khilafah, perjuangan membela Palestina hanya akan terus berjalan sendiri-sendiri tanpa ada akhir.
Khilafah akan menghapus sekat-sekat nasionalisme yang selama ini membatasi solidaritas antar Muslim. Lebih dari itu, sistem ini akan menutup rapat celah kompromi dan menghentikan pengkhianatan dari para penguasa Muslim yang kerap kali mengabaikan penderitaan di Gaza, Palestina.
Seorang Khalifah akan memegang tanggung jawab penuh untuk mengambil tindakan tegas. Khalifah akan memberikan instruksi untuk segera mengirimkan pasukan militer melawan zionis. Langkah nyata inilah yang akan membebaskan tanah Palestina dan menumbangkan pendudukan entitas Zionis.
Kekejaman zionis dan ambisi "Israel Raya" tidak akan pernah bisa dihentikan hanya dengan kecaman atau keputusan diplomasi yang lemah. Kekejaman di Palestina terjadi akibat dari runtuhnya persatuan umat Islam dan sikap abai para penguasa Muslim yang tersekat nasionalisme. Oleh karena itu, menegakkan kembali Khilafah adalah keputusan yang hakiki untuk menyatukan kekuatan umat demi membebaskan Palestina secara total.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar