Oleh : Azka_Majidah
Penderitaan kaum muslim di Gaza sedang berlangsung hingga saat ini. Walaupun genjatan senjata dilakukan beberapa kali, tidak nengurangi penderitaan saudara kita di Gaza. Bahkan, ada penemuan luka psikis yang diungkap oleh Katrin Glatz Brubakk, seorang psikoterapis anak yang berasal dari Norwegia. Beliau menyampaikan, "Tidak ada satu pun anak di Gaza yang tidak trauma. Ada lebih dari satu juta anak yang telah menderita trauma parah". Salah satu dampak trauma menyebabkan anak-anak Gaza kehilangan kemampuan berbicara.
Trauma yang dialami anak-anak Gaza tidak lepas dari serangan zionis. Serangan zionis ini bukan hanya membunuh orang tua, saudara dan kerabat mereka bahkan serangan zionis ini telah menghancurkan masa depan mereka. Serangan yang tak dapat dihentikan oleh perjanjian ini lah yang menciptakan suasana mencekam sehingga anak-anak Gaza kehilangan kemampuan dalam berbicara. Sebenarnya genosida ini memang dilakukan dengan target menghancurkan fisik dan mental penduduk Palestina, terutama anak-anak.
Sayangnya seluruh dunia tidak mampu menghentikan serangan zionis ini. Negara-negara muslim baik yang bertetangga maupun yang jauh diam menyaksikan penghancuran fisik dan mental anak-anak Palestina. Pasukan-pasukam kaum muslim pun tak mampu mengusir zionis dari tanah Palestina. Yang ada hanya sedikit bantuan sosial kemanusiaan, sedangkan para pemimpin telah berhianat pada saudara semuslimnya. Ini semua disebabkaan karena kaum muslimin kehilangan perisai yang menjaga kehormatan dan kemuliaan kaum muslimin, yaitu khilafah.
Bantuan, dukungan, boikot bahkan doa telah diberikan kepada saudara kita di Palestina. Namun, hingga detik ini kaum muslimin tidak mampu mengusir zionis dari tanah suci Palestina. Karena akar masalah dan derita Palestina karena zionis berusaha mengusir rakyat Palestina. Jika menyudahi derita rakyat Palestina, zionis harus diusir dari tanah Palestina.
Untuk mengusir zionis membutuh persatuan politik umat Islam, yaitu sistem pemerintahan Khilafah. Karena Khilafah sebagai perisai umat akan mengumumkan jihad fii sabilillah untuk membebaskan Palestina dari zionis. Hanya dengan jihad yang dipimpin khalifah ini akan mampu mengusir, dan mengakhiri derita Palestina. Sehingga fisik dan mental anak-anak Gaza pun terselamatkan dan terjaga. Oleh karena itu butuh membangun kesadaran umat untuk perjuangan menegakkan Khilafah.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar