Oleh : Aqiila Shofie
Tahu dan tempe adalah salah satu makanan khas Indonesia yang terbuat dari bahan utama kedelai. Namun kebutuhan kedelai untuk Indonesia hari ini hampir 90% dipasok dari impor luar negeri. Indonesia sesungguhnya adalah negeri yang memiliki tanah yang subur untuk pertanian, namun hingga saat ini masih belum bisa memproduksi kedelai untuk kebutuhan pribadi negara.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat harga kedelai impor terus naik. Kondisi ini semakin menekan perajin tahu dan tempe di berbagai daerah. Untuk bertahan, banyak pedagang terpaksa memperkecil ukuran tempe dan mengurangi produksi. Di sisi lain, kenaikan harga plastik kemasan turut menambah beban biaya usaha.
Kondisi ini menunjukkan rapuhnya sistem ekonomi kapitalisme yang membuat Indonesia bergantung pada impor pangan. Ketika rupiah melemah, harga bahan baku langsung melonjak dan rakyat kecil menjadi pihak yang paling terdampak. Naiknya harga kedelai dan plastik juga menunjukkan lemahnya peran negara dalam menjaga keberlangsungan usaha rakyat.
Ketergantungan impor kedelai hingga triliunan rupiah mencerminkan lemahnya kemandirian pangan nasional. Padahal, kebutuhan pokok masyarakat seharusnya tidak bergantung pada pasokan luar negeri yang rentan terhadap gejolak pasar global.
Dalam sistem Islam, negara menerapkan mata uang emas dan perak yang lebih stabil sehingga tidak mudah terpengaruh fluktuasi nilai tukar. Negara juga mengembangkan produksi pertanian dalam negeri dan menghidupkan lahan-lahan pertanian agar kebutuhan pangan dapat dipenuhi secara mandiri tanpa bergantung pada impor.
Politik ekonomi Islam berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok setiap individu. Karena itu, negara wajib melindungi perajin kecil dan memastikan rakyat tidak menjadi korban dari gejolak ekonomi. Dengan penerapan syariat Islam secara kafah, kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar