Anak-Anak Gaza Memanggil Kita


Oleh : Muflihatul Chusnia 

Seorang Aktivis Kemanusiaan Psikoterapis anak dari Norwegia Katrin Glatz Brubakk, menyatakan dalam wawancara dengan BBC Mundo, bahwa hampir semua anak Gaza mengalami trauma, dan lebih dari satu juta anak Gaza trauma berat, hingga mengalami berhenti bicara. Salah satunya Adam, anak yang telah berumur lima tahun tiba-tiba membisu. detik news. Sabtu 30/5/2026.

Sejak Oktober 2023 lalu penguasaan wilayah terus dilakukan oleh zionis Israel, disertai penyerangan dan penganiayaan yang dilakukan secara brutal. Gencatan senjata pun mereka diabaikan, sebab mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat, mulai dari segi politik, militer dan keuangan. Menjadikan zionis semakin merajalela dan apatis. 

Setiap saat anak-anak Gaza mendengar dentuman rudal dan tembakan. Situasi tegang dan mencekam tanpa makanan. Mereka menyaksikan bangunan hancur berantakan dan korban berjatuhan. Penindasan dan pembantaian di depan mata telah menyebabkan mental anak-anak Gaza tertekan, seperti yang dialami Adam.

Gaza Palestina menjadi bukti sejarah atas penderitaan anak-anak Gaza. Paparan visual yang tanpa henti menimbulkan perasaan takut, cemas, dan trauma mendalam. Hingga air mata pun sudah tak mampu keluar. Kapankah penderitaan mereka berakhir?

Menurut Katrin yang telah melakukan misi kemanusiaan di Gaza pada tahun 2024 dan 2025 bersama Medecins Sans Frontires (MSF), kondisi seperti itu yang memicu stres meningkat pada psikis anak dengan reaksi gelisah, susah tidur, hingga tiba-tiba berteriak, berdampak pada sistem saraf yang kuat, hingga anak-anak tak mampu berbicara alias bisu.

Padahal mereka telah lama memanggil kita, Aynal Muslimun? Namun dunia tidak peduli. Teriakan anak-anak Gaza meminta bantuan diabaikan. Dengan perasaan emosional yang akhirnya memilih diam. Ternyata itu merupakan respon neurologis akan trauma panjang hingga stres di level maksimal.

Sekian lama anak-anak Gaza menderita, namun tak ada yang mampu menolongnya. Terutama pemimpin muslim dunia yang memiliki kuasa. Tapi mereka tetap tuli dan buta. Disebabkan oleh pengaruh paham Nasionalisme yang begitu melekat erat, hingga mampu mengikis ikatan sesama muslim. Sebagaimana Allah firmankan dalam surat Al-Hujurat : 10
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah diantar kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat Rahmat". 

 Wahai umat muslim di seluruh dunia, sadarlah, buka mata dan hati kalian. Adam dan Anak-anak Gaza memanggil kita. Meminta pertolongan agar genosida ini ber akhir. Jangan hanya sekedar mengutuk namun butuh bukti nyata. Bukan sekedar bantuan kemanusiaan, melainkan kebebasan dari penjajahan.

Adakah yang mampu untuk menghentikan penderitaan mereka? Satu-satunya jalan untuk mengakhiri penderitaan mereka adalah menyatukan seluruh umat muslim didunia dibawah satu komando dan satu kepemimpinan, yaitu khalifah dalam sistem Islam. Karena peran khalifah adalah sebagai perisai atau pelindung bagi seluruh anak-anak dan kaum muslim.
 
Khalifah akan menyatukan kekuatan militer untuk berjihad melawan dan mengusir penjajah dari tanah Gaza Palestina. Semua itu akan terealisasi dalam negara Islam yaitu Khilafah 'ala minhajin nubuwah.
 
Wallahu'alam Bishowab




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar