Panik BBM Naik, Kebijakan Diutak-atik


Oleh : Siami Rohmah

Harga rata-rata minyak dunia tembus US$ 100/barel. Memanasnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel ditambah tersendatnya jalur pasokan minyak dunia yang melewati selat Hormuz, menurut Ekonomi Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo menjadi pemicu adanya tekanan pada pasar energi global. (Bisnis.com/30/03/26)

Sementara pemerintah sendiri, melalui Menteri Keuangan, Purbaya , menyampaikan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun, meskipun minyak dunia terus mengalami kenaikan harga." Kami siap tidak menaikkan harga BBM sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata harga minyak dunia US$ 100/barel sudah dihitung. Kalau nonsubsidi bukan hitungan kami. BBM subsidi aman enggak usah takut,kami sudah hitung" Penjelasan Purbaya dalam rapat bersama komisi XI DPR RI, Senin(06/04). (BBC NEWS INDONESIA).

Meskipun pemerintah masih mencoba menahan harga BBM bersubsidi agar tidak naik, Pertalite di harga Rp 10.000.Namun, kenaikan mulai berlaku untuk BBM nonsubsidi. Sebut saja RON 95 dipatok di harga Rp 12.900 yang sebelumnya Rp 12.450, sementara RON 92 di harga 12.300 dari sebelumnya Rp 11.800. Dexlite berada di harga 14.200 yang sebelumnya Rp 13.250, harga lebih tinggi untuk Pertamina Dex di harga Rp 14.500.
Karena langkah menahan harga BBM bersubsidi agar tidak naik, pemerintah lumayan terseok-seok, dimana APBN mengalami defisit Rp 240,1 triliun per 31 Maret. Jumlah ini setara 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB).Pilihan untuk menahan harga BBM bersubsidi ini jika terus dipaksakan,maka negara mesti menambah utang serta memangkas pos-pos kementerian ataupun transfer ke daerah.

Disisi lain sejumlah strategi diambil oleh pemerintah sebagai upaya penghematan BBM, antara lain, penerapan WFH ( Work From Home) untuk ASN dan bersifat anjuran untuk sektor swasta,pembatasan pemakaian kendaraan dinas maksimal 50%, sementara untuk perjalanan dinas dipangkas 50 % untuk dalam negeri dan 70% di luar negeri, kemudian penambahan durasi untuk car-free day di daerah baik hari, waktu dan cakupan wilayah.

Berbagai fakta yang dihadapi terkait terus merangkak naiknya harga BBM, membuat pemerintah terjebak dalam dilema, ketika langkah menaikkan harga BBM diambil maka akan menimbulkan inflasi dan gejolak di masyarakat, belum ada kenaikan saja masyarakat sudah mengalami kepanikan, sehingga terjadi penumpukan antrean pembelian di berbagai daerah.

Berlarutnya kondisi saat ini akan menyulitkan masyarakat,baik dalam mendapatkan BBM ataupun menjangkau harga BBM itu sendiri, belum lagi ancaman inflasi yang sudah di depan mata, sebagaimana saat ini masyarakat dipusingkan dengan naiknya harga plastik,yang merupakan imbas juga dari tersendatnya pasokan BBM dunia. 

Indonesia sebagai negara net importir minyak, yang mana pasokan BBM benar-benar tergantung dari luar. Sebagian konsekuensi dari negara net importir,akan bisa dipastikan sangat mudah mengalami goncangan dalam ekonomi maupun politinya ketika ada sentimen global, apalagi BBM adalah komoditas strategis, keberadaannya bisa menjadi senjata dalam mempertahankan posisi dan memukul lawan.

Kemandirian dalam sektor BBM merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh sebuah negara,jika dia menginginkan posisinya berdaulat. Bagi Indonesia kemandirian energi bisa terwujud ketika Indonesia bersatu dengan negeri -negeri muslimin yang telah Allah karuniakan kepada negeri tersebut kekayaan energi yang melimpah,sebut saja Arab Saudi dan Iran yang menempati posisi kedua dan ketiga sebagai penghasil minyak terbesar di dunia. Ketika negeri -negeri muslim bersatu minyak itu akan didistribusikan ke seluruh pelosok negeri. Kesatuan negeri -negeri muslim ini dalam bingkai negara khilafah, yang terbentang dari Maroko di barat dan Merauke di timur.

Dengan kemandirian dalam sektor BBM,negara akan menjadi negara yang berdaulat,dimana posisinya akan kokoh tidak gampang terpengaruh oleh kondisi global yang bergejolak, juga tidak mudah ditekan karena tidak ada ketergantungan energi terhadap negara lain. Selain itu negara khilafah akan senantiasa memanfaatkan BBM dengan sebaik mungkin, sesuai ketentuan syari'at. Disamping akan terus mendorong dan memfasilitasi adanya inovasi -inovasi pengembangan energi selain minyak, misalkan energi matahari, nuklir dan sebagainya. Sebagaimana dahulu lahir begitu banyak ilmuwan dalam catatan tinta emas peradaban Islam. Semua itu lahir dalam suasana penuh ketaatan kepada Allah dibawah naungan khilafah. Hal yang sama akan terwujud jika khilafah rasyidah kembali ditegakkan oleh kaum muslimin, insyaAllah..




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar