Pelajar Pengedar Sabu dalam Sistem Liberal Tak Bermutu


Oleh: Mariyam Sundari (Pengamat Kriminal)

Dua warga Desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial SH (26) pengangguran dan KF yang masih berstatus pelajar ditangkap polisi saat hendak mengedarkan sabu yang disembunyikan di dalam tanah di samping rumah. Sedangkan bandar atau pemasok barang berinisial MH masih jadi buron (detik.bali, 2/4/26).

Sungguh miris, seorang pelajar yang seharusnya fokus dalam kegiatan belajar, malah terpengaruh dan ikut bermaksiat jadi pengedar sabu. Tidak dipungkiri dalam sistem kapitalis liberal saat ini memang mengajarkan kebebasan demi meraih keuntungan. Tak peduli apakah dia berstatus, pelajar, rakyat, anak-anak, pejabat sekalipun semua bisa melakukan kebebasan sesuka hati. Jelas, dalam sistem liberal yang tolok ukurnya adalah manfaat di negeri ini memang tidak bermutu, sudahlah menyengsarakan rakyat, menjadikan pelajar rusak lagi.

Kalau sudah begini siapa yang harus bertanggungjawab. Seharusnya keluarga lebih sigap dalam mendampingi putra/putri nya, dengan siapa mereka bergaul. Masyarakat juga harus bisa menjaga dan melindungi warga nya terutama pelajar, misalnya dengan membuat pos keamanan warga yang aktif dan petugasnya amanah, serta segara menindak lanjuti terhadap perkumpulan pemuda yang mencurigakan. Juga melaksanakan kegiatan positif di masjid dan di kampungnya.

Negara, adalah yang paling utama menjaga, mengayomi, melindungi, memberikan keamanan dan kesejahteraan umat, karena memang sudah menjadi tanggung jawab negara. Tidak lain, aturan yang sempurna ini hanya ada dalam syariat Islam. Aturan yang ada pada Islam mampu memberikan pelajaran dan pengarahan yang terbaik, mulai dari individu, keluarga, masyarakat lebih-lebih terhadap pelajar dan generasi.

Pendidikan yang diberikan Islam adalah menanamkan akidah yang kuat dan syaksiyah Islamiyah yang memadai. Sehingga, akan melahirkan generasi Islam baik dari segi pemikiran, akhlak dan perilaku dan menjadikan sosok pemimpin yang membanggakan. Oleh karena itu, teman-teman semua terkhusus yang mengaku Muslim segera berjuang menegakkan dan mengembalikan aturan Allah di muka bumi ini dengan bersungguh-sungguh.[]




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar