Oleh : Rohmah. S,Sy
BBM bersubsidi tidak naik, tetapi BBM nonsubsidi naik. Di beberapa tempat masyarakat harus antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, atau membeli secara eceran dengan harga tinggi. Kapal tanker Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz, APBN menambal subsidi BBM karena harga minyak global naik, tapi tidak mampu bertahan lama, maksimal beberapa minggu Pemerintah melakukan langkah-langkah penghematan seperti WFH, pembatasan pembelian BBM untuk kendaraan roda 4, pengurangan jumlah hari untuk MBG, dll.
Antrean panjang kendaraan yang terjadi di berbagai SPBU di Indonesia, seperti di Surabaya, Jember, Malang, dan Tangerang juga kota lain di Indonesia pada akhir Maret hingga awal April 2026. Banyak warga yang panik membeli BBM (panic buying) akibat isu kenaikan harga BBM karena imbas Gejolak global yang terjadi. BBM bersubsidi tidak naik, tetapi BBM nonsubsidi menjadi naik. Di beberapa tempat masyarakat harus antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, atau membeli secara eceran dengan harga tinggi. Hal ini, dikarenakan kapal tanker Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz. Dalam hal ini, Menteri keuangan menyampaikan bahwa pemerintah memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Menkeu menegaskan bahwa kebijakan subsidi BBM telah dihitung secara matang dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia yang mencapai 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun. Berdasarkan perhitungan tersebut, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di kisaran 2,9 persen. (Kememenkeu.go.id, 06/04/2026)
Indonesia adalah net importir minyak maka akan tergantung pada pasokan BBM dari luar. Inilah gambaran negeri yang tergantung pada impor komoditas strategis (BBM). Menjadikan ekonomi dan politiknya kerap terguncang ketika ada sentimen global. Tidak adanya kemandirian energi dan tentunya kedaulatan negara juga akan terpengaruh.
Pemerintah dilema. Jika harga BBM dinaikkan, inflasi akan meningkat dan terjadi gejolak sosial. Belum naik saja, antrean sudah terjadi di beberapa tempat. Jika tidak dinaikkan, defisit APBN akan makin besar, Indonesia adalah net importir minyak sehingga tergantung pada pasokan BBM dari luar. Kondisi gonjang-ganjing minyak ini menyulitkan masyarakat, baik untuk mendapatkan BBM maupun menjangkau harga BBM yang naik. Kenaikan inflasi juga makin menjadi ancaman. Inilah gambaran negeri yang tergantung pada impor komoditas strategis (BBM). Ekonomi dan politiknya kerap terguncang ketika ada sentimen global.
Fenomena lonjakan harga minyak dunia memberikan dampak langsung pada APBN, hal ini dikarenakan pemeritah belum bisa menaikkan harga BBM. Jika harga BBM dinaikkan, maka akan menimbulkan inflasi dan menambah persoalan sosial. Isu gejolak global yang mengguncang harga minyak dunia saja masyarakat panik buying mangantre BBM telah terjadi di berbagai tempat. Namun dengan menahan harga BBM tetap, maka APBN akan terus terkuras dan menimbulkan angka defisit yang semakin menganga. Gonjang-ganjing harga minyak ini membuat kondisi masyarakat semakin sulit, baik dalam mendapatkan BBM maupun menjangkau BBM ketika terjadi kenaikan harga. Sebab, inflasi dapat mengancam kehidupan masyarakat.
Pada dasarnya, Indonesia kaya akan SDA sehingga cadangan migas mampu menenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri, apabila negara berdaulat secara mandiri mengelola energi. Namun, sayangnya Indonesia merupakan net importir minyak yang sangat bergantung pada pasokan BBM dari luar negeri. Inilah gambaran negara rapuh dalam kedaulatan dan tata kelola energi, ketergantungan pada impor komoditas strategis (BBM) dan hampir semua sektor industri. Solusi diambil pemerintah tidak menyelesaikan persoalan seacar sistemik, karena negara bukan menjadi pengurus rakyat. Alhasil, kebijakan ekonomi dan politik yang diputuskan berdasarkan untung rugi cerminan kapitalis kerap mudah terguncang ketika gejolak global muncul.
Solusi Islam
Kemandirian BBM hanya akan terwujud ketika Indonesia tergabung dalam Khilafah dengan negeri-negeri muslim lain. Minyak yang melimpah di wilayah Arab, termasuk Iran, akan didistribusikan untuk seluruh negeri di wilayah Khilafah. Dengan kemandirian BBM ini, Khilafah akan menjadi negara independen, bahkan adidaya, sehingga politik dan ekonominya tidak mudah terguncang akibat gejolak global. Meskipun memiliki kemandirian BBM, Khilafah tetap menggunakan BBM dengan bertanggung jawab sesuai kebutuhan berdasarkan syariat. Penghematan dilakukan pada hal-hal yang perlu dihemat, bukan pada pelayanan publik atau kewajiban seperti jihad. Khilafah juga tetap mengembangkan sumber energi selain minyak, seperti nuklir dll. sehingga menjamin pemenuhan kebutuhan energi sebagai negara adidaya.
Solusi kemandirian tata kelola energi BBM hanya mampu terwujud ketika Khilafah tegak. Karena dalam naungan Khilafah, umat Islam seluruh dunia akan bersatu dipimpin oleh satu pemimpin yakni Khalifah. Bersatunya Indonesia serta negeri-negeri muslim lainnya dapat menyatukan hasil kekayaan SDA secara mandiri, seperti wilayah Arab, termasuk Iran. Dari hasil minyak buminya akan didistribusikan secara merata ke seluruh negeri dalam wilayah Khilafah. Dengan kemandirian dan ketahanan BBM, Khilafah tidak akan bergantung pada negeri lain apalagi kepada kafir penjajah. Khilafah secara independen merupakan negara adidaya, politik dan ekonominya tidak akan mudah terguncang akibat gejolak global.
Persoalan BBM dalam Islam tidak sebatas komoditas ekonomi, namun energi merupakan bagian dari kepemilikan umum yang wajib dikelola negara dan hasilnya untuk mewujudkan kemasalahatan rakyat. Hal ini jelas dalam hadist riwayat Abu Daud dan Ahmad, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda bahwa kaum muslimin berserikat dalam tiga hal yaitu air, padang rumput, dan api. Maka, SDA secara syariat harus dikelola dan dimanfaatkan untuk membawa kemaslahatan, tidak boleh dikuasai dengan cara monopoli ataupun oleh segelintir orang. Pengendalian BBM dilakukan oleh khilafah akan diatur penggunaannya sesuai kebutuhan. Selain BBM, khilafah tetap mengembangkan sumber energi lain seperti nuklir dll untuk menjamin pemenuhan dan ketahanan energi sebagai negara adidaya. Dengan begitu, Khilafah berperan sebagai pengurus dan pelayan rakyat akan memastikan kesejahteraan rakyat hingga individu serta menjauhkan dari bayang-bayang krisis dan ketidakpastian. Wallahu a'lam bis shawwab.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar