Oleh: Imas Royani, S.Pd.
Ramadhan usai, usai pula tontonan pengiring sahur dan berbuka. Salah satu hal yang juga dirindukan. Betapa tontonan seperti itu sangatlah jarang jika di luar bulan Ramadhan. Meskipun pada kenyataannya hanya sedikit wangi islami yang dihadirkan, sebab pada kenyataannya masih sangat jauh dari wajah kehidupan Islam yang sesungguhnya, apalagi Islam kaffah.
Perbedaan dengan sinetron atau film lainnya hanya sebatas sebagian pemainnya memakai pakaian muslim, yang laki-laki memakai peci bercelana panjang atau sarung lengkap dengan sorban dan tasbih. Yang perempuan memakai kerudung dan gamis meskipun tetap berdandan yang berlebihan dan tidak menutup aurat dengan sempurna. Soundtracknya juga menggunakan lagu-lagu islami dan musik ala-ala Timur Tengah. Adem banget pokoknya.
Tidak dipungkiri, selama ini kaum muslimin sering terjebak oleh tontonan yang syar'i yang hanya imitasi, kemudian secara sadar dijadikan sebagai tuntutan seolah kehidupan dan gaya seperti itu adalah memang sesuai dengan aturan Allah SWT. Sang Pencipta sekaligus Pengatur. Dalam beberapa sinetron atau film masih saja terselip adegan yang mendekati zina, kemaksiatan yang dilegalkan secara paksa.
Inilah akibat dari penerapan sistem sekuler kapitalisme, dimana semua dipandang dari segi materi. Selagi hal itu dapat menghasilkan cuan, maka tak apa meskipun itu merusak moral peradaban dan generasi masa depan. Tontonan roman picisan near adab terus diproduksi sebab itu masih menjadi pilihan utama pasar. Meskipun ada lembaga sensor, nyatanya sensor ala mereka tetap berbahaya dan tidak bisa dijadikan tuntunan.
Berbeda dengan sistem Islam. Khilafah memiliki fungsi utama sebagai raa’in (pengurus rakyat) dan junnah (pelindung/perisai). Seluruh kebijakan Khilafah dirancang untuk menjaga dan menyelamatkan generasi. Perlindungan ini tidak hanya berlaku di dunia nyata, melainkan juga mencakup ruang digital yang hari ini menjadi lingkungan hidup utama bagi anak muda. Dengan visi ideologis yang jelas, Khilafah akan memastikan bahwa setiap kebijakan digital, pendidikan dan informasi selalu berpihak pada penjagaan akidah, akhlak, dan intelektualitas umat.
Khilafah adalah negara independen yang tidak bergantung pada kekuatan asing, termasuk dalam bidang teknologi digital. Kemandirian ini memungkinkan negara untuk mengembangkan sendiri infrastruktur digital, perangkat lunak, keamanan siber, dan teknologi kecerdasan buatan, semua ditujukan sepenuhnya untuk kemaslahatan Islam dan kaum muslim.
Pada dunia pendidikan, riset dan inovasi akan mendapat dukungan penuh dari negara. Teknologi akan menjadi alat penguatan umat, bukan instrumen penjajahan budaya maupun politik. Dalam pengelolaan ruang digital, negara akan melakukan penyaringan ketat terhadap seluruh konten yang merusak akidah, kepribadian Islam, dan struktur sosial umat menggunakan teknologi yang paling mutakhir. Ruang digital diarahkan menjadi sarana pendidikan Islam, penyebaran dakwah, dan media propaganda negara untuk menunjukkan kekuatan peradaban dan ketangguhan umat Islam kepada dunia.
Penegakan syariat Islam secara kaffah akan menghilangkan akar-akar kerusakan yang saat ini subur di ruang digital, baik pornografi, kriminalitas, penipuan, maupun liberalisasi. Oleh karena itu, perjuangan menegakkan Khilafah bukan sekadar kewajiban syar’i, melainkan juga kebutuhan mendesak demi menyelamatkan generasi dari kehancuran peradaban modern.
Dengan penerapan Islam kaffah, seluruh tontonan akan menjadi tuntunan. Umat tidak perlu menunggu bulan Ramadhan untuk mendapatkan tontonan semacam itu, sebab hari-hari akan dihiasi oleh tontonan seperti itu.
Dengan penerapan sistem Islam pula, umat tidak akan menyia-nyiakan waktu hanya dengan menonton, umat dibina untuk menjadi pemeran utama dalam dunia nyata. Akan sedikit waktu yang digunakan di depan layar kaca, sebab umat sadar betul akan pertanggungjawaban waktu yang digunakannya.
Allah SWT. berfirman,
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-Asr: 1-3).
Demikianlah hanya dengan penerapan sistem Islam, maka seluruh persoalan akan tertuntaskan. Mari bersama-sama kita mewujudkannya dengan mengkaji Islam kaffah bersama kelompok dakwah Islam ideologis dan mendakwahkannya di tengah-tengah masyarakat tanpa nanti tanpa tapi.
Wallahu'alam bishshawab.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar