Idul Fitri di Tengah Reruntuhan Kota, Cerita Gaza Belum Usai


Oleh : Ratih Ramadani S.P. (Praktisi Pendidikan) 

Saat umat muslim di seluruh dunia bergembira menyambut hari Raya Idul Fitri, saudara kita di Syam harus menelan kesedihan. Hal ini dikarenakan kekejaman entitas Zionis yang begitu brutal, dan biadab. 

Parahnya, saat ini Zionis Yahudi diyakini menggunakan senjata termal atau termobarik untuk membunuh bahkan membumihanguskan ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Dilaporkan, bahwa senjata termal ini mampu membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak.

Yang demikian itu, sebagaimana hasil investigasi Al Jazeera yang berjudul “The Rest of the Story”, setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023. Zionis terus menerus menyerang Gaza meskipun sedang dalam kondisi gencatan senjata. Banyak korban perempuan dan anak terluka bahkan hingga kehilangan nyawa. Ribuan warga Gaza ini disebut merupakan korban dari serangan bom termal dan termobarik, yang disebut sebagai senjata yang dapat melenyapkan target tanpa meninggalkan jejak selain percikan darah atau potongan kecil tubuh. 

Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kebrutalan yang dilakukan oleh Zionis begitu ekstrim dan senjata tersebut dilaporkan mampu menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celcius saat meledak. Suhu setinggi ini telah terbukti mengakibatkan tubuh manusia hancur seketika, hingga meleleh sepenuhnya. Senjata tersebut juga tidak meninggalkan jejak jenazah sama sekali untuk bisa diidentifikasi maupun dimakamkan.


Kebiadaban Zionis

Inilah bukti nyata yang disebut dengan The Dirty Game atau kata lain dari Permainan Kotor ala penjajah. Negosiasi sengaja diciptakan untuk dijadikan sebagai jalan buntu yang terencana. Saat para diplomat berdebat di bawah naungan Amerika Serikat, militer Zionis menggunakan waktu mereka untuk mengisi ulang logistik dan memastikan agar tidak ada lagi perempuan dan anak-anak Palestina yang tersisa.

Sungguh, begitu kejamnya para penjajah itu. Banyaknya negosiasi yang digembar-gemborkan saat ini bukannya memberi jalan keluar yang segera, tapi justru hanya memberikan perlindungan legal bagi Zionis. Sebaliknya, nyawa para muslimah serta anak-anak Gaza menjadi tumbal. Negosiasi justru menjadikan Zionis tetap leluasa melakukan genosida tanpa ada perlawanan dan kecaman dunia luar.

Penggunaan senjata termobarik oleh Zionis pun menunjukkan begitu dahsyat kebiadaban yang tak berperikemanusiaan tersebut. Semakin jelas, bahwa yang dilakukan oleh Zionis Yahudi bukan lagi tentang perdamaian atau rekonstruksi gaza, tetapi sebuah genosida. Padahal dalam islam satu nyawa muslim lebih berharga dari segala yang di dunia.

Terbukti gempuran dan serangan yang dilakukan Zionis itu menyasar warga-warga sipil Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak. Meskipun dunia tahu hal ini adalah pelanggaran HAM, tetapi tak ada yang mampu menghentikan. Kejahatan Zionis yang demikian itu, tentu tak bisa ditoleransi termasuk diberikan solusi damai. Tentara tentu harus dilawan dengan tentara, negara juga dilawan oleh negara, maka sudah seharusnya negeri-negeri muslim mengirim tentaranya untuk berjihad melawan Zionis Yahudi.
 

Solusi Islam

Dalam politik Islam atau yang biasa kita sebut dengan siyasah kharijiyah, jika ada kejahatan yang melampaui batas, maka tidak bisa ditoleransi hanya dengan solusi damai di meja perundingan saja, atau sekadar gencatan senjata. Yang perlu di tekankan bahwa segala bentuk ketundukan pada penjajah harus ditolak keras demi menjaga kehormatan akidah umat Islam.

Yang penting diketahui yaitu bahwa kedaulatan mutlak tanah Palestina, adalah milik umat Islam. Sehingga tidak ada cara lain untuk menghentikan kebiadaban dan kejahatan yang dilakukan AS-Zionis selain dikembalikan pada solusi Islam yang digariskan oleh syariat.

Di antaranya, yaitu membalas serangan Zionis Yahudi selaku penjajah yang telah membantai kaum muslim. Itu adalah hal utama yang merupakan kewajiban atas setiap muslim. Tidak boleh ada upaya untuk berdamai dengan cara mengalah, apalagi sampai memberikan jalan bagi Zionis untuk menguasai negeri-negeri kaum muslim sebagaimana Palestina. Dalam kasus seperti ini, maka jihad harus ditegakkan. Allah berfirman :
وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ
“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al-Hajj : 78)

Tentu hal ini dibutuhkan kesatuan dan kekuatan tekad kaum muslim untuk terwujudnya kepemimpinan Islam. Hal ini karena hanya pemimpin yang menegakkan sistem Islam saja yang mampu mengirim para tentaranya untuk berjihad mengusir penjajah. Oleh karena itu, perjuangan untuk menegakkan sistem Islam dengan kepemimpinan Islam adalah kewajiban mutlak bagi setiap muslim.

Sehubungan dengan itu, betapa pentingnya menjaga solidaritas dan persaudaraan (Ukhuwah) antar umat Islam sedunia. Selain itu, kita juga harus selalu turut serta di barisan dakwah untuk senantiasa menyadarkan umat tentang urgensi persatuan umat Islam dan penegakan sistem Islam secara menyeluruh.

Selama belum ada pemimpin yang menegakkan sistem pemerintahan Islam dengan hukum-hukum syariat Islam, maka Gaza Palestina akan tetap menderita. Kebebasan Palestina akan menjadi kemustahilan. Sebaliknya, ketika ada pemimpin yang menerapkan sistem Islam, dengan hukum-hukum Islam, maka niscaya tak akan ada nyawa mati secara semena-mena sebagaimana para muslimah dan anak-anak di Gaza.

Wallahu'alam Bishowab




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar