BBM Terbatas Rakyatpun Mengantri Lemas


Oleh : Juzailah Simanjuntak

Warga di Surabaya, Jawa Timur, mulai menyerbu stasiun pengisian bahan bakar umum, Selasa (31/3/2026) petang. Mereka terpengaruh isu rencana kenaikan harga bahan bakar minyak sebagai dampak serbuan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang meluas. Sampai dengan pukul 18.00 WIB saat berita ini ditulis, antrean mobil dan sepeda motor terlihat pada sejumlah SPBU yang dikelola oleh Pertamina dan BP-AKR. Namun, seperti pantauan di Kecamatan Gubeng, antrean belum sampai mengular ke luar SPBU, apalagi mengganggu lalu lintas.

Medan, Sumatera Utara, Saya merasakan pengalaman mengantri bahan bakar itu sendiri. Ketika Saya pulang kuliah pada pukul 15.00 WIB, sebelum saya menuju rumah. Saya ingin mengisi bahan bakar motor saya di salah satu SPBU yang terdekat dari kampus saya. Sekitar pukul 15.10 WIB saya mulai mengantri di barisan pengendara lainya, terlihat antrian mobil sudah sampai ke pinggir jalan raya. Kurang lebih setengah jam saya menunggu antrian, akhirnya giliran saya yang mengisi bensin. Tapi ternyata bahan bakar Pertalite habis dan masih di perjalanan, padahal harga Pertalite lebih murah dari bahan bakar Pertamax, mau gak mau Saya isi Pertamax. Yaa…walaupun beda sedikit selisih harganya tapikan lumayan buat kasih para penyebrang jalan yang biasanya ada di simpang-simpang jalan Medan.

Dan ya pada akhirnya Saya sampai rumah Ketika azan maghrib berkumandang. Heeem…hanya untuk mengantri bahan bakar saja waktu Saya terbuang, ditambah lelahnya mengantri. Itulah pengalaman Saya Ketika terkena dampak dari keserakahan sistem-sistem kapitalisme.

Pemerintah dilema. Jika harga BBM dinaikkan, inflasi akan meningkat dan terjadi gejolak sosial. Belum naik saja, antrean sudah terjadi di beberapa tempat. Jika tidak dinaikkan, defisit APBN akan makin besar. Kondisi gonjang-ganjing minyak ini menyulitkan masyarakat, baik untuk mendapatkan BBM maupun menjangkau harga BBM yang naik. Kenaikan inflasi juga makin menjadi ancaman. 

Inilah gambaran negeri yang tergantung pada impor komoditas strategis (BBM). Ekonomi dan politiknya kerap terguncang ketika ada sentimen global, benar-benar sama sekali tidak memudahkan urusan rakyat, pemerintah egois, Mereka para penguasa negri yang tidak ada sifat-sifat kepemimpinannya sama sekali.

Kemandirian BBM hanya akan terwujud ketika Indonesia tergabung dalam Khilafah dengan negeri-negeri muslim lain. Minyak yang melimpah di wilayah Arab, termasuk Iran, akan didistribusikan untuk seluruh negeri di wilayah Khilafah. Dengan kemandirian BBM ini, Khilafah akan menjadi negara independen, bahkan adidaya, sehingga politik dan ekonominya tidak mudah terguncang akibat gejolak global. 

Meskipun memiliki kemandirian BBM, Khilafah tetap menggunakan BBM dengan bertanggung jawab sesuai kebutuhan berdasarkan syariat. Penghematan dilakukan pada hal-hal yang perlu dihemat, bukan pada pelayanan publik atau kewajiban seperti jihad. Khilafah juga tetap mengembangkan sumber energi selain minyak, seperti nuklir dll. sehingga menjamin pemenuhan kebutuhan energi sebagai negara adidaya.

Daulah Khilafah Islamiyah adalah system Islam yang tidak akan pernah meyusahkan Rakyatnya hanya untuk kepuasan, ketakutan, keegoisan, dan keserakahan penguasanya. Pemimpin (Khalifah) di masa Daulah Islam ,akan selalu memikirkan tanggung jawab atas tugas-tugasnya sebagai pemimpin yang selalu taat terhadap aturan Allah SWT.

Wallahu’alam Bishawwab.





Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar