Oleh : Nikmatus Sa’adah
Kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, kabar ini memicu keresahan yang meluas di tengah masyarakat. Kelangkaan ini mulai terjadi di Sumatra hingga Sulawesi, antrean panjang kendaraan di SPBU menjadi pemandangan umum, bahkan di beberapa lokasi dilaporkan panjang antrean mencapai 2 km. Hingga saat ini, pemerintah memastikan belum ada kenaikan harga BBM subsidi maupun non subsidi. Meskipun demikian, pemerintah melalui Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa akan ada potensi penyesuaian karena faktor harga minyak dunia yang mengalami kenaikan. Kenaikan ini, sesungguhnya adalah konsekuensi dari meningkatnya tensi geopolitik global, khususnya di Kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, beserta gangguan yang terjadi di Selat Hormuz memberi tekanan pada pasar energi global.
Ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM yang cukup tinggi, yaitu 1 juta barel per hari, menjadikan Indonesia adalah negara yang paling dominan ketergantungan impor BBM daripada negara tetangga Malaysia dan Singapura. Perngaruh dalam Ekonomi, kenaikan harga BBM akan memicu inflasi tinggi akibat kenaikan biaya distribusi dan produksi. Kejadian ini akan menurunkan daya beli, meningkatkan beban hidup, menekan UMKM, serta berpotensi meningkatkan angka kemiskinan. Maka, beginilah gambaran negeri yang tergantung pada impor komoditas strategis (BBM). Ekonomi dan politiknya kerap terguncang ketika ada sentimen global.
Sejatinya, permasalahan ini dapat disolusikan dengan cara pandang Islam. Dalam Islam, negara harus bersifat Independen, bahkan adidaya. Negara akan mengupayakan dirinya untuk memproduksi sendiri kebutuhan strategis untuk masyarakat. Kemandirian BBM bisa terwujud jika negara-negara Islam bergabung menjadi satu. Minyak yang melimpah di wilayah Arab, termasuk iran, akan di distribusikan untuk seluruh negeri di wilayah Daulah Islam. Dengan kemandirian ini, Daulah Islam tidak akan mudah terguncang ekonomi dan politiknya ketika ada gejolak global. Maka, sudah saatnya negeri-negeri muslim hari ini bersatu, untuk mewujudkan kemandirian itu dan untuk mengalahkan para musuh Islam yang hari ini berkuasa dan mengeksploitasi minyak kaum muslimin.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar