Potret Kelam Generasi Sekuler, Hanya Islam Solusinya


Oleh : Ummu Hanan

Kasus percobaan bunuh diri di kalangan kaum muda kembali berulang. Salah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang telah diduga melakukan percobaan diri dengan melompat dari lantai enam gedung kampus pada tanggal 10 September 2026 lalu. Selain itu juga terdapat kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria pada rentang usia 30 tahun yang mengakhiri hidupnya di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Keputusan untuk mengakhiri hidup konon dipicu oleh adanya perasaan terisolir dari lingkungan sekitar dan juga masalah yang tak kunjung selesai (kompas.id, 10/9/2026). Menurut informasi yang diperoleh daru hotline pencegahan bunuh diri di Healing 119, telah mencatat klien mereka didominasi oleh kelompok usia 21 hingga 30 tahun . Kondisi ini menunjukkan adanya krisis kesehatan mental yang paling banyak menimpa pada generasi muda. 
 
Rasa putus asa dan jauh dari rasa bahagia adalah output yang tidak bisa dipisahkan dari suasana kehidupan sekuler-kapitalistik seperti saat ini. Sekulerisme mencabut akidah dari kehidupan yang mengakibatkan generasi muda seolah kehilangan pegangan saat mereka sedang menghadapi tekanan hidup. Diperparah lagi ketiadaan iman sebagai benteng telah menjadikan kesulitan yang dialami terasa berat dan berujung depresi dan keputuasaan. Kapitalisme melahirkan masyarakat yang individualistik dimana setiap individu akhirnya dituntut untuk berjuang sendiri tanpa adanya ikatan masyarkat yang kuat. Alhasil, kesepian pun merebak meski mereka berada pada tingkat ekonomi yang berkecukupan. Diantara hal tersebut adalah pengaruh budaya positiveness dan mengejar sukses individu sehinnga menjadi asosial.
 
Ini semua merupakan buah dari keberadaan negara yang menerapkan sistem sekulerisme-kapitalis yang telah membentuk individu yang rapuh. Selain itu sekulerisme juga menghasilkan masyarakat yang individualistik akibat penerapan sistem pendidikan sekuler dan sistem ekonomi kapitalisme. 
 
Syariat telah memberi tuntunan yang tegas dan jelas terkait pembentukan pribadi yang di kokoh di tengah masyarakat. Islam membangun akidah sebagai benteng jiwa sejak usia dini. Keyakinan bahwa setiap kesulitan yang dihadapi adalah bagian dari ujian Allah swt, dan juga bahawa keputusan untuk bunuh diri merupakan perkara yang jelas keharamannya. Inilah yang kemudian menjadi penguat bagi seorang Muslim dari keputusasaan. Islam juga membangun ikatan yang kuat antara keluarga dan masyarakat berdasarkan akidah. Sehingga tidak ada seorang pun yang dibiarkan menanggung beban hidupnya sendirian dan merasa kesepian. Negara Khilafah akan menerapkan sistem Islam secara kaffah. Negara menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam serta sistem ekonomi Islam yang menajmin kesejahteraan . Oleh karena itu lahirlah individu yang kokoh dan masyarakat yang saling peduli, bukan generasi yang rapuh dan kesepian. Allahu’alam. 




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar