Oleh: Ummu Aulia (Muslimah Pejuang Peradaban)
Zionis kini semakin berani dan sewenang-wenang dengan mengacak-acak Masjid Al-Aqsa.
Hal ini dilakukan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Dengan pengawalan tentara, ia masuk ke Baitul Maqdis dengan memakai sepatu dan berteriak di depan kaum Muslim: "Kami akan membangun kuil di atas masjid kalian."
Tidak cukup sampai di situ. Itamar Ben-Gvir juga mengungkapkan rencana untuk mengeluarkan 1,86 juta warga Palestina dari Gaza dalam kurun waktu tujuh tahun dengan dalih "migrasi sukarela".
Padahal kita tahu, ini bukan migrasi sukarela. Ini adalah genosida nyata dan pengusiran yang terencana. Setiap hari mereka mempersulit hidup warga Palestina dengan cara melaparkan, menyiksa, memenjarakan tanpa alasan yang jelas, serta menjatuhkan bom hampir setiap hari. Mereka menyebutnya "migrasi sukarela", padahal faktanya warga Palestina tidak memiliki pilihan lain selain pergi atau mati.
Israel sendiri didukung penuh oleh negara adidaya seperti Amerika dalam melancarkan aksi bejatnya. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, dengan jujur mengatakan: "Kami sudah menyiapkan rencananya, tinggal menunggu persetujuan Amerika." Ini membuktikan bahwa Israel hanyalah alat, sedangkan kendali penuh tetap dipegang oleh Amerika.
Bukan hanya di Al-Aqsa dan Gaza, di Tepi Barat para pemukim Zionis juga membuat ulah dengan berupaya menerobos dan membakar sebuah masjid, serta mencoretkan slogan bernada rasis dan ancaman terhadap warga Palestina.
Ini membuktikan bahwa pengusiran berlangsung secara sistematis: dari Al-Aqsa, ke Gaza, dan ke Tepi Barat. Warga Palestina diserang dari berbagai arah, seakan tidak ada celah bagi mereka untuk selamat dari penyerangan.
Umat Muslim di Palestina mengalami pembantaian, bahkan genosida secara terang-terangan. Sementara itu, umat Muslim di belahan bumi lain diam, dan para pemimpin Muslim hanya sibuk mengecam. Ini adalah konsekuensi logis dari sistem negara-bangsa nation-state.
Sejak berakhirnya Perang Dunia I, umat Muslim dipecah menjadi lebih dari 57 negara. Palestina mengalami genosida, tetapi tentara Mesir, Yordania, dan Arab Saudi yang memiliki kekuatan militer justru sibuk menjaga perbatasan. Sistem negara-bangsa ini menyebabkan banyak tentara Muslim tidak bisa bergerak membantu karena tidak ada perintah dari negara. Sistem ini sukses memecah belah umat, sehingga tidak ada satu kekuatan pun yang bisa mengusir penjajah.
Padahal jarak Gaza ke Mesir hanya 14 km. Tetapi mereka justru menutup pintu perbatasan dan membiarkan saudara di Gaza mengalami kelaparan, kezaliman, serta penjajahan yang menyakitkan.
Dalam sistem kapitalisme, umat tidak memiliki junnah atau perisai. Akibatnya mereka terpaksa menjadikan tubuh mereka sendiri sebagai perisai. Sungguh, tanpa Khilafah umat seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
Israel menyebut ini sebagai "Migrasi sukarela". Padahal fakta di lapangan menunjukkan mereka sengaja melakukan penyerangan, pengeboman, dan kelaparan sistemik demi menguasai dan mengusir rakyat Palestina yang masih tersisa. PBB dan Dewan HAM seakan bungkam jika korbannya adalah kaum Muslim. Begitu pula Mahkamah Internasional, hanya mengeluarkan surat tetapi tidak dibarengi dengan pengiriman pasukan.
Pernyataan Menteri Pertahanan Israel yang menyebutkan sudah menyiapkan rencana dan menunggu persetujuan Amerika, membuktikan bahwa Israel adalah proyek kolonial yang disponsori penuh oleh negara adidaya Amerika. Ia bukan entitas berdaulat yang independen.
SOLUSI MENDASAR: KHILAFAH SEBAGAI JUNNAH
Solusi mendasar atas persoalan Palestina adalah membentuk kembali Khilafah sebagai Junnah atau perisai.
Rasulullah ï·º bersabda: "Sesungguhnya imam/khalifah adalah junnah/perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengannya." (HR. Bukhari No. 2957
Allah SWT berbersabd "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah." (TQS. Al-Anfal: 39)
Allah memerintahkan umat Muslim untuk memerangi musuh Allah. Satu-satunya cara untuk itu adalah dengan bersatunya umat dalam bingkai Khilafah Islamiyah. Hanya Khilafah yang dapat melindungi darah, tanah, dan akidah umat.
Jihad adalah satu-satunya metode baku politik luar negeri negara Islam yang digunakan untuk membebaskan tanah yang dijajah, seperti Palestina saat ini dan negara-negara Muslim lainnya. Negara Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah memiliki tentara resmi yang bertugas membebaskan tanah yang dijajah serta mengemban risalah dakwah ke seluruh penjuru dunia.
Sejarah telah membuktikan. Dahulu Salahuddin Al-Ayyubi membebaskan Palestina dengan pasukan, bukan dengan kecaman apalagi solusi basa-basi.
Khilafah akan memutuskan ketergantungan terhadap negara-negara penyokong Zionis dengan cara memutuskan hubungan politik dan ekonomi. Negara Khilafah dapat menjadi negara yang mandiri dan kuat dengan mengelola Sumber Daya Alam secara mandiri dan tidak membiarkan swasta menguasai. Karena dalam Islam, sumber daya alam adalah milik umum.
Rasulullah ï·º bersabda: "Manusia berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api." (HR. Ibnu Majah No. 2473)
Dalam Islam, sumber daya alam dikelola secara mandiri oleh negara untuk membangun militer dan ekonomi yang kuat guna membebaskan Palestina atau negeri lain yang terjajah.
Umat Islam wajib mengambil bagian dalam perjuangan mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah sesuai metode perjuangan Rasulullah ï·º.
Salah satu cara yang bisa kita lakukan saat ini adalah ikut dalam jamaah dakwah ideologis yang mengajak umat untuk kembali menerapkan aturan Allah, sehingga tidak ada lagi umat Muslim yang terjajah dan Islam dapat menjadi _rahmatan lil 'alamin_.
Allah SWT berfirman: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar." (TQS. Ali Imran: 104)
Wallahu a’lam bishawab
DAFTAR REFERENSI:
1. Detik.com. "Masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsa, Menteri Israel Serukan Bangun Sinagoge". 2026.
2. Detik.com. "Israel Siapkan Rencana Usir Warga Gaza, Tunggu Persetujuan AS". 2026.
3. MetroTVNews. "Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi 1,86 Juta Warga Palestina dari Gaza dalam 7 Tahun". 2026.
4. AA.com.tr. "Pemukim Israel Berupaya Bakar Masjid di Tepi Barat". 2026.
5. HR. Bukhari No. 2957
6. QS. Al-Anfal: 39
7. HR. Ibnu Majah No. 2473
8. QS. Ali Imran: 104
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar