Oleh : Nikmatus Sa’adah
Kondisi Palestina hari ini belum menemukan jalan keluar. Zionis masih melakukan eskalasi operasi militer dan serangan kepada pemukim di tepi barat. Salah satunya anak-anak di bawah umur juga menjadi korban atas kebiadaban zionis ini. Hal ini menyebabkan anak-anak Palestina menjadi korban tewas. terluka dan kehilangan tempat tinggal.
Serangan yang di lakukan oleh Zionis ini mengakibatkan 76 warga palestina syahid di tepi barat sepanjang tahun 2026, termasuk 18 anak dibawah umur. Hal ini disampaikan oleh Dewan Keamanan PBB mengenai timur tengah. Jika di total, jumlah korban di tahun 2026 ini mencapai angka 3.800 warga Palestinadan hampir separuh dari angka ini adalah anak-anak. Mereka telah kehilangan tempat tinggal, pembongkaran bangunan hingga penggusuran oleh pemukim zionis (news.republika.com/22/08/2026).
Selain itu, masih juga ada anak-anak yang ditahan oleh militer Israel dengan jumlah 355 anak. Dan ini merupakan jumlah tertinggi dalam delapan tahun terakhir ini (Republika.co.id, 22/08/2026).
Kebiadaban Zionis
Serangan zionis terhadap anak Palestina merupakan Tindakan yang kejam dan biadab. Perlakuan ini mengakibatkan anak-anak di Palestina mengalami kehilangan masa kecil mereka, trauma dan kerusakan yang nyata.
Zionis sengaja melakukan tindakan ini dan terus meningkatkan terror kepada warga Palestina. Ribuan serangan, pengusiran, perampasan dan genosida dalam senyap terus dilakukan, hal ini adalah langkah untuk menguasai Tepi Barat sebagaimana mereka berhasil menguasai Gaza.
Serangan yang brutal ini sudah saatnya dilawan oleh umat muslim di seluruh dunia. Khususnya kekejaman terhadap anak-anak generasi Palestina harus segera dilawan. Namun sayangnya dunia dan penguasa di negeri muslim hari ini lebih memilih untuk diam dan bungkam atas peristiwa ini. Seolah-olah tidak terjadi kejahatan yang luar biasa di Palestina. Bahkan tampaknya penguasa muslim juga tidak berani untuk memerangi Zionis Israel.
Maka inilah gambaran kondisi negeri muslim hari ini. Akibat dari sekat nasionalisme yang diterapkan oleh negeri-negeri muslim, mengakibatkan Palestina tidak segera mendapatkan bantuan dari saudara muslimnya. Negeri-negeri muslim pun terlihat sangat lemah bahkan tidak mampu untuk mengusir penjajah Zionis di Palestina. Penguasa negeri muslim lebih mementingkan kondisi dan efek tersendiri di wilayah mereka.
Ideologi Islam Solusi Sempurna
Dalam pandangan Islam, anak adalah sebuah amanah besar yang harus dijaga dan ditanggung seluruh kebutuhannya oleh orang dewasa. Wajib memperlakukan mereka dengan kasih syaang, menjaga keamanan atas mereka, mendidik, menanamkan keimanan dalam diri mereka dan memberi haknya secara adil. Sedangkan perlakuan jahat terhadap anak hukumnya adalah haram. Apalagi sampai membunuh, menyiksa, menghilangkan tempat tinggal mereka, maka itu adalah tindakan biadab yang sangat berdosa dihadapan Allah SWT.
Jika kejahatan atas anak Palestina hari ini tidak bisa diselesaikan dengan aturan dari PBB atau system hari ini yang diterapkan negeri-negeri muslim, yaitu system kapitalisme, maka satu-satunya solusi atas penderitaan anak-anak Palestina analah dengan diterapkannya Ideologi Islam oleh seleuruh negeri muslim.
Persatuan negeri muslim yang memiliki satu pemimpin atau khalifah dan pemerapan Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah adalah solusi tuntas untuk menghentikan kejahatan dan kebiadaban Zionis atas rakyat dan anak-anak Palestina.
Seruan jihad dan pengiriman temtara muslim harus terus digaungkan agak Masyarakat hari ini semakin sadar bahwa satu-satunya solusi atas Palestina adalah bersatunya umat muslim dan jihad memerangi penjajah Zionis Israel. Wallahu ‘alam
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar