Oleh : Najwa Aliyya
Agustus seharusnya identik dengan pengibaran bendera merah putih sebagai simbol peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang telah memasuki tahun ke-80. Namun, ada yang berbeda dengan perayaan HUT RI tahun ini karena masyarakat di beberapa daerah tidak hanya mengibarkan bendera merah putih, melainkan juga mengibarkan bendera One Piece.
Bendera One Piece yang mempunyai nama yakni Jolly Roger. Mengacu pada laman Britannica, Jolly Roger merupakan jenis bendera yang umumnya dipakai oleh bajak laut untuk menakut-nakuti awak kapal lain agar mereka menyerah tanpa perlawanan.
Ciri khas Jolly Roger adalah gambar tengkorak dan tulang silang berwarna putih di atas latar belakang hitam. Namun, setiap kelompok bajak laut biasanya menambahkan elemen desain unik pada benderanya sebagai bentuk identitas atau untuk menyampaikan pesan tertentu.
Seperti dikutip dari GameRant, bendera Jolly Roger digambarkan bukan sekadar simbol bajak laut, melainkan sebagai representasi semangat dan tujuan hidup kru. Oleh karena itu, setiap desain Jolly Roger mencerminkan impian, nilai, dan kekuatan dari masing-masing kelompok.
Ketika bendera One Piece dikibarkan dalam dunia nyata, sering kali itu bukan sekadar soal fandom atau penggemar. Banyak yang mengartikan pengibaran bendera ini sebagai bentuk kritik sosial, khususnya terhadap ketidakadilan atau masalah yang ada di pemerintahan.
Bagi masyarakat dalam cerita One Piece, bajak laut dipandang sebagai orang-orang yang hidup di luar aturan pemerintah. Mereka bebas menentukan jalan hidup sendiri tanpa dibatasi hukum atau kekuasaan.
Inilah yang membuat kehidupan bajak laut menjadi simbol perjuangan untuk meraih impian dengan cara mereka sendiri. Tindakan ini mencerminkan keresahan sekaligus harapan akan perubahan dan keadilan.
Pengibaran bendera One Piece ini juga sebagai bentuk protes atas hal-hal yang terjadi di Indonesia belakangan ini seperti korupsi, situasi ekonomi, hingga kasus HAM yang belum selesai.
Sebagian Masyarakat sebetulnya telah menyadari kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat hukum yang tidak di terapkan secara teratur di negara Indonesia ini. Mereka sudah muak, sehingga mereka memutuskan mengibarkan bendera One Piece sebagai bentuk pengecaman pada penguasa. Mereka ingin bebas tanpa di atur oleh pemerintah, mereka ingin hidup sesuai apa yang mereka inginkan, sebab jika bergantung terus menerus pada pemerintah, masyarakat sudah tau ending nya.
Walaupun semakin banyak nya masyarakat yang mulai berfikir kritis, tapi mereka masih belum merasakan dan belum berfikir bahwa yang membuat terjadinya kerusakan adalah Sistemnya. Sistem yang kita gunakan saat ini yaitu adalah Kapitalisme liberal. Sistem yang membuat materi terlihat seperti Raja dalam kehidupan, materi adalah segalanya. Maka terjadilah korupsi, terjadilah ketidak adilan, ekonomi yang tidak seimbang antara orang kaya juga orang miskin. Yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin.
Perlu di akui bahwa masyarakat semakin sadar akan bobroknya masalah saat ini. Sehingga mereka mengecam pemerintah dengan mengibarkan One Piece. Pemerintah sendiri sampai menyebutkan ini adalah sebuah pengkhianatan pada negara dan bendera Merah putih. Padahal jika perlu di putar balikkan, manakan yang sering berkhianat pada negara dan Merah putih? Dan sekarang setelah rakyat muak dengan kebobrokan ini malah di sebut sebuah pengkhianatan.
Namun, dibalik mulai berfikir kritis nya masyarakat, tetapi mereka belum menjurus pada solusi yang sebenarnya. Dan soal pengibaran ini hanyalah sebuah kecaman, bukan sebuah upaya untuk meruntuhkan sistem Kapitalisme. Masyarakat masih bingung solusi apa yang harus di lakukan untuk menghentikan kerusakan. Sebab, melepas diri dr aturan negara juga bukan lah suatu hal yg baik. Selagi masih ada aturan yg itu bersumber pada hukum Allah maka laksanakan. Sampai Islam benar-benar di tegakkan.
Pengibaran bendera One Piece di indonesia hanyalah sebuah bentuk kecaman, bukan perubahan untuk menghancurkan Sistem, masih sebuah kecaman untuk menghentikan kegilaan pemerintah bukan untuk menghentikan kegilaan Sistem Kapitalisme. Namun, disinilah titik kemudahan untuk menegakkan Daulah Islam di seluruh Negeri, karena bukan hanya masalah di Indonesia saja yang harus di hentikan, tetapi masalah di Gaza dan masalah di seluruh negeri-negeri harus juga segera di hentikan.
Karena tetap saja, lepas dari aturan bukan lah solusi yang baik, maka untuk terikat dengan aturan yang benar, haruslah dahulu menegakkan Daulah Khilafah Islamiyah. Maka mari bersama-sama kita berdakwah untuk menegakkan Hukum Allah. Hukum yang bersumber langsung dari Sang Pencipta Alam semesta, Kehidupan dan Manusia.
Khilafah Islamiyah lah yang bisa menjadi satu-satunya solusi yang pas dan benar bagi masalah-masalah yang terjadi.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.
0 Komentar