"ONE PIECE" HARAPAN SEMU KAPITALISME


Oleh : dr. Sabrina

Fenomena pengibaran bendera serial anime asal jepang one piece semakin marak menjelang hari ulang tahun ke 80 RI. Ramai di media sosial pengibaran bendera berwarna hitam dengan gambar tengkorak bertopi jerami bersanding dengan bendera merah putih. Menanggapi hal tersebut wakil ketua DPR RI Sufi Dasco Ahmad menilai perlu kewaspadaan terhadap potensi gerakan yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa (Kompas.com). 

Dalam serial One Piece, Monkey D. Luffy dan kawan-kawan berjuang melawan pemerintah dunia yang korup dan menindas. Hal ini menggaungkan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan, korupsi, dan kesenjangan sosial yang dirasakan di negeri ini. One Piece juga mengangkat tema harapan dan semangat untuk meraih impian. 


Harapan Semu dari Kapitalisme

Penggunaan simbol kerap digunakan untuk menyampaikan ekspresi atau pesan tertentu. Maraknya pengibaran bendera one piece sejatinya adalah bentuk ekspresi cinta terhadap tanah air. Mereka sadar bahwa negeri yang mereka cintai ini sedang tidak baik baik saja. Banyak ketidak adilan di berbagai lini, banyak kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, kondisi hukum yang semakin tajam ke bawah tumpul ke atas, angka pengangguran, kriminalitas, kemiskinan, korupsi yang begitu tinggi. Kekayaan negeri mereka dikuasai oleh para oligarki. Segelintir pejabat menikmati kekuasaan nya, namun rakyat semakin tertindas. Mereka seolah bertanya "dimana kemerdekaan yang sesungguhnya?"

Penggunaan simbol One Piece ini juga sejalan dengan harapan rakyat negeri ini akan hadirnya pemimpin dan perubahan positif dimasa depan. Namun, masalahnya adalah terletak pada adanya penerapan sistem kapitalis di negeri ini. Kapitalisme telah menciptakan jurang yang lebar antara orang kaya dan miskin. Kekayaan menumpuk disegelintir elite, yaitu para pejabat dan korporat, sedangkan rakyat terus tercekik oleh kezaliman struktural. 
Kapitalisme merupakan sumber masalah karena karakter pemerintahannya tidak berperan sebagai raa'in (pengurus rakyat), tetapi hanya sekedar regulator yang berpihak pada para kapitalis. Berbagai kebijakan yang dibuat hanya untuk memfasilitasi korporasi bukan untuk kesejahteraan rakyat. Kapitalisme menjauhkan nilai ruhiyah dan moral dari kehidupan. Demikian pula menjadikan kehidupan hanya pada mendapatkan materi untuk memperoleh alat pemuas kebutuhan yang juga bersifat materi, berakibat membuat rakyat jauh dari kata sejahtera. Rakyat harus sadar bahwa untuk memenuhi harapan berupa perubahan positif di masa depan dan kemerdekaan yang hakiki bukanlah sekedar simbolik tetapi solusi satu-satu nya adalah berjuang dengan perjuangan yang hakiki pula, yaitu dengan meninggalkan sistem kapitalis yang sudah terlihat kebobrokan nya dan kembali kepada sistem Islam. 


Islam Harapan Hakiki

Islam adalah sistem yang sempurna. Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan sang pencipta dan manusia dengan dirinya sendiri, namun Islam juga mengatur segala bentuk interaksi antar sesama manusia, seperti sistem sosial, ekonomi, politik, dsb. Aturan-aturan semacam ini meniscayakan adanya negara yang akan melaksanakan dan menerapkan aturan-aturan tersebut kepada manusia berdasarkan syariah Islam (sistem pemerintahan Islam). Secara prinsip, kunci kesejahteraan rakyat terletak pada berjalannya fungsi negara yang sahih, yaitu sebagai raain (pengurus atau penanggung jawab) dan junnah (pelindung rakyat).

Rasulullah saw. menegaskan dalam sabdanya, “Imam (Khalifah) raain (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.” (HR Ahmad, Bukhari)

Juga hadis lainnya, “Khalifah itu laksana perisai tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR Muslim)

Dalam Islam, negara tidak hanya menjadi regulator namun, pemerintah harus bertanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, termasuk pangan, baik kuantitas maupun kualitas. Negara akan mengentaskan kemiskinan, memutuskan hukum sesuai dengan syariah Islam, dan tidak mendzolimi rakyat. Sebagai pelindung rakyat artinya, negara harus hadir dalam menghilangkan dharar (bahaya) di hadapan rakyat. Negara Islam (Khilafah) tidak akan membiarkan korporasi menguasai sumber daya alam negara demi keuntungan sepihak. Kedua fungsi ini wajib dilaksanakan oleh seluruh struktur negara hingga unit pelaksana teknis. Dalam sistem pemerintahan Islam juga, pemimpin bukan sekadar penguasa. Ia adalah pelayan umat yang wajib menjamin kesejahteraan rakyatnya dan akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat. Dengan melihat ini maka hanya sistem Islam yang mampu mewujudkan harapan rakyat berupa perubahan positif dan kesejahteraan. Sudah saatnya negara meninggalkan sistem kapitalis dan menerapkan sistem Islam atas dasar keimanan dan ketakwaan dalam bingkai khilafah. Wallahu a'lam bi shawab..




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar