Oleh: Sartiyah
Presiden RI Prabowo Subiyanto menyatakan bahwa prioritas nasional dalam pemerintahannya adalah penanggulangan kemiskinan dan kelaparan. Tak hanya itu, pendidikan pun turut mendapat anggaran besar. Hal ini disampaikan dalam sambutannya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil, pada Senin, 18 November 2024. (Presiden.go.id, 19 November 2024).
Berharap Sejahtera dengan Bergantinya Pemimpin
Rakyat berharap dengan bergantinya pemimpin akan merubah keadaan terutama hal ekonomi. Namun, fakta berkata lain. Dan itu hanyalah mimpi belaka. Rakyat hanya menelan janji-janji manis penguasa.
Setelah pemilihan Presiden dan Wapres lagi-lagi rakyat dibuat kecewa. Sebab, penguasa yang mereka pilih setelah duduk ditampuk kekuasaan seakan lupa dengan janji-nya, malahan penguasa membuat kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan apa yg sebelumnya di janjikan. Seperti halnya menstabilkan harga bahan pokok. Meskipun stok melimpah, tapi di pasaran tetap mahal contohnya beras, minyak, gula dan yang lainnya.
Kebijakan lain seperti program MBG. Program yang bertujuan memberikan makanan bergizi dan gratis untuk anak sekolah agar terpenuhinya gizi anak sekolah adalah harapan yang sangat membantu meringankan orangtua murid, selain dapat gizi juga penghematan uang saku. Tetapi program ini, sekarang karut marut yang awalnya seporsi 15 ribu berubah jadi 10 ribu. Ternyata program ini memangkas dari dana yang lain yaitu dana bansos.
Ada lagi subsidi listrik 2 bulan tapi ternyata bulan berikutnya naik drastis. Bahkan, subsidi baru berjalan kabarnya negara sudah merugi. Kebijakan-kebijakan tersebut pada realitanya tidak berjalan dengan semestinya.
Kesejahteraan Tidak Akan Tercapai Selama Masih Berpegang pada Sistem Kapitalisme
Di dalam sistem kapitalisme yang berazaskan manfaat. Sistem ini bertujuan memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Sangat wajar ketika rakyat akan jauh dari kata sejahtera. Rakyat akan tetap merasakan sengsara akibat sistem ekonomi ini. Sebab, Negara hanya berperan sebagai regulator. Kekayaan sumber daya alam yang seharusnya di kelola oleh negara justru di kelola oleh pihak asing. Keuntungan hanya untuk segelintir orang saja, yaitu pemilik modal. Pepatah mengatakan " yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin". Pepatah ini sangat cocok dengan keadaan sekarang.
Hanya Islam yang Mampu Mensejahterakan
Negara akan sejahtera jika mengabaikan sistem kapitalis dengan menggantinya dengan sistem Islam. Sistem ini mengatur seluruh aspek kehidupan. Termasuk didalamnya adalah mengatur ekonomi negara. Sistem ekonomi islam meniscayakan negara memiliki sumber pemasukan yang yang banyak. Sehingga mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya. Karena negara berperan sebagai pengurus rakyat.
Dalam sistem islam sumber daya alam yang melimpah berupa barang tambang, migas, laut dan hutan merupakan harta milik umum.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Manusia berserikat dalam tiga hal yaitu air, padang dan api." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan al Baihaqi).
Hadist tersebut menyatakan bahwa harta itu harus di kelola oleh negara dan hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk barang yang terjangkau atau subsidi. Untuk kebutuhan primer seperti pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum.
Mengacu pada sebuah hadis yang menyebutkan bahwa seorang sahabat Abyadh bin Hammal ra pernah bertutur bahwa : Ia pernah datang kepada Rasulullah SAW. Lalu ia meminta (tambang) garam. Ibn al Mutawakkil berkata,
"(maksudnya tambang) yang ada di Ma'rib" Beliau kemudian memberikan tambang itu kepada dia. Ketika dia pergi, seseorang di Majlis itu berkata (kepada Nabi saw) "Apakah anda tahu apa yang Anda berikan? Sesungguhnya Anda memberi dia (sesuatu laksana) air yang terus mengalir." Ibn Almutawakkil berkata. "Rasul lalu menarik kembali (tambang itu) dari dia (Abyadh bin Hamal)." (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi dan al Baihaqi). Hadits yang menerangkan kepemilikan sumber daya Alam yang melimpah tidak diperbolehkan dikuasai segelintir orang, tetapi milik umum. Artinya, dimanfaatkan untuk umat seluruhnya.
Hanya saja, untuk menerapkan sistem islam tersebut secara kaffah membutuhkan institusi negara, itulah Daulah Islamiyah. Tanpa Daulah islam yang menerapkan islam secara kaffah diseluruh bidang, kaum muslim tidak akan mampu mencampakkan sistem kapitalisme. Sebab, negara-negara Barat akan terus menjaga kelanggengan sistem mereka. Sebab, melalui penerapan sistem kapitalisme mereka bisa terus mencengkram negeri-negeri muslim secara ekonomi dan politik. Karena itu perjuangan penegakan syari'ah dan Khilafah dapat di pandang pula sebagai upaya menyelamatkan negeri ini dari berbagai bentuk penjajahan. Hanya melalui penerapan syariah secara kaffah dalam payung institusi Khilafah, seluruh pengelolaan Sumber Daya Alam akan dapat dilakukan dengan benar untuk mencapai kesejahteraan rakyat.
Wallahu'alam bi ash-shawab.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.
0 Komentar