Delapan Dekade Sekolah Rusak, Negara Kemana?


Oleh: Nurmalasari (Aktivis Muslimah Indonesia)

Kemerdekaan seharusnya mencerminkan kesejahteraan dan kebahagia bagi seluruh rakyat. Akan tetapi menginjak delapan dekade kemerdekaan masih banyak masyarakat yang mempertanyakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Salah satunya dalam hal pendidikan yang akan melahirkan generasi emas penerus bangsa.

Fenomena rusaknya bangunan sekolah, menjadi buah bibir di tengah-tengah moment kemerdekaan. Salah satunya sekolah dasar di Desa Embonatana, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Sekatan, Rabu (13/8/2025). Di desa-desa di wilayah ini, fasilitas pendidikan terbatas. Ruang kelas yang digunakan jauh dari ruang-ruang kelas di kota. Lantainya berupa tanah dengan dinding papan. Beberapa bagian dinding mulai rusak. Papan tulis kayu di bagian depan sudah tua. Ada dua bagian yang bolong tepat di tengah. (Kompas,16/08/25)

Kemerdekaan yang hakiki menjadi dambaan setiap rakyat, kesejahteraan dalam setiap aspek kehidupan. Namun kebahagiaan itu menjadi gelap gulita ketika suatu negara berada dalam cengkraman sistem kapitalisme.

 
Sistem Kapitalisme

Sekolah adalah fasilitas umum yang wajib disediakan negara untuk kemaslahatan umat. Fasilitas sekolah yang nyaman dan layak, menjadi sarana yang mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Namun, pendidikan saat ini kerap dipandang sebelah mata, untuk fasilitas maupun kwantitas pengajar. Jikapun negara menyediakan layanan pendidikan sifatnya hanya sekadarnya, bahkan untuk saat ini guru pun di anggap sebagai beban negara.   

Kondisi ini terjadi akibat penerapan sistem kapitalisme liberal yang melemahkan ekonomi dan membuat anggaran pendidikan minim. Tata kelola ekonomi ala kapitalisme menjadikan SDA Indonesia yang melimpah tidak bisa digunakan untuk membiayai pendidikan karena mayoritas SDA dikuasai swasta, bahkan asing.

Kapitalisme telah menjadikan negara mengabaikan pembangunan pendidikan terbaik untuk rakyat. Banyaknya sekolah yang atapnya bocor, pintu dan jendela rusak, dinding roboh serta pembangunan terbengkalai hingga bertahun-tahun. 

Kondisi seperti ini mengancam keselamatan para pelajar dan guru di kelas, mereka harus mempertaruhkan nyawanya untuk menghadapi bangunan yang sewaktu-waktu bisa roboh. Dengan terpaksa ruangan tetap di gunakan karena tidak ada pilihan lain untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung, kondisi seperti ini terus terjadi tanpa ada solusi. 

Adapun banyak bangunan sekolah terbaik itu karena hasil kerja sama asing. Sistem kapitalime saat ini memposisikan sebagai regulator, sehingga pendidikan dijadikan sebagai objek bisnis oleh pihak swasta. SDA yang melimpah kini beralih tangan kepada swasta bahkan asing. alhasil, ini akan melemahkan ekonomi negara dan anggaran pembangunan pendidikan.

Meski pemerintah telah berusaha untuk mengatasi permasalahan pembangunan sekolah melalui anggaran APBN. Akan tetapi subsidi APBN terus dikurangi, sehingga dana yang dialokasikan tidak cukup untuk memenuhi keperluan pembangunan. Otomatis pembangunan infrastruktur sekolah pun terhambat. maka, lagi-lagi rakyat yang menjadi korban dengan pungutan langsung maupun tidak langsung berupa kenaikan pajak.

Selama kepimpinan di bawah sistem kapitalisme, maka mustahil akan terwujud pembangunan pendidikan yang berkwalitas, aman dan nyaman, karena para pemimpin tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah yang telah diberikan.


Sistem Islam

Islam menjadikan pendidikan sebagai perkara yang penting yang menjadi tanggung jawab negara. Sistem Islam tidak hanya mengurusi masalah ibadah ritual saja, Islam yang paripurna mengurusi semua aspek kehidupan. Salah satunya adalah tentang permasalahan pembangunan sekolah, menyediakan sarana dan prasarana yang berkwalitas, aman dan nyaman.

Dalam sistem Islam, pembangunan sekolah akan di biayai oleh negara secara utuh, karena penguasa dalam Islam menyediakan kebutuhan tersebut secara maksimal . Dengan ekonomi Islam, negara memiliki pemasukan yang besar yang bersumber dari tiga yaitu pos fa'i atau kharaj, pos kepemimpinan umum dan pos zakat.

Maka, negara tidak akan memberikan peluang kepada para swasta dan asing. Karena dalam sistem Islam, SDA dikelola oleh negara, untuk itu dari pos pemilik umum saja negara telah mendapatkan sumber pemasukan dari pengelolaan sumber daya alam, seperti hutan, lautan, barang tambang, mineral, migas dll.

Negara Islam akan menjamin kesejahteraan rakyat, dengan tidak mengpungut sepersen pun dana dari rakyat dalam pembiayaan untuk pembangunan sekolah. Karena SDA telah dikelola oleh negara memberikan keuntungan sangat besar dan cukup untuk bisa di alokasikan untuk pembangunan dan kepentingan pembangunan pendidikan rakyat. Semua fasilitas yang menunjang kegiatan belajar mengajar, akan dinikmati rakyat dengan merata dan adil. Sehingga proses belajar dan mengajar berlangsung tertib, aman, dan nyaman.

Maka, di moment kemerdekaan saat ini sudah saatnya rakyat membuka mata hatinya untuk meninggalkan sistem yang rusak, kepada sistem Islam kaffah. Sistem sistem Islam yang paripurna yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-sunah. Hanya sistem Islam yang bisa mencerdaskan, mensejahterakan dan memberikan fasilitas terbaik untuk umat dalam proses belajar mengajar.

Wallahualam bishshawwab




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar