Zionis Sengaja Menargetkan Anak-Anak di Gaza


Oleh : Aqiila Shofie

Anak-anak di Gaza terus menjadi korban kebiadaban agresi Zionis. Laporan berbagai lembaga internasional menunjukkan bahwa sejak Oktober 2023 ribuan anak telah syahid, sementara ribuan lainnya mengalami luka berat, cacat permanen, hingga trauma psikologis. Kondisi ini mengancam masa depan generasi Palestina dan menjadi bukti nyata terjadinya genosida yang terus berlangsung.

Penargetan terhadap anak-anak bukanlah kesalahan yang terjadi tanpa sengaja, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk melemahkan dan menghabisi kaum Muslim di Palestina. Demi mewujudkan ambisi menguasai seluruh wilayah Palestina dan membangun Israel Raya, Zionis terus melancarkan serangan tanpa mengindahkan gencatan senjata maupun berbagai kecaman dunia. Puluhan resolusi PBB pun terbukti tidak mampu menghentikan genosida yang terus berlangsung. Sementara itu, negeri-negeri Muslim juga belum mampu menjadi pelindung Palestina karena masih terikat pada paham nasionalisme dan politik kapitalistik.

Karena itu, pembebasan Palestina tidak dapat disandarkan pada lembaga internasional ataupun perubahan kepemimpinan Zionis. Harapan pembebasan Palestina terletak pada tegaknya Khilafah sebagai institusi politik Islam yang menerapkan syariat secara kaffah. Khilafah berkewajiban melakukan jihad fi sabilillah untuk menghentikan penjajahan, membebaskan Palestina, serta melindungi kaum Muslim dari setiap bentuk agresi.

Setelah Palestina terbebaskan, negara akan menjamin perlindungan menyeluruh bagi anak-anak Palestina, mulai dari keamanan jiwa, layanan kesehatan fisik dan mental, pendidikan, hingga kesejahteraan mereka. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh sebagai generasi penerus umat tanpa bayang-bayang penjajahan. Oleh karena itu, penegakan Khilafah merupakan qadhiyah masiriyah umat yang harus diperjuangkan bersama.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar