Oleh : Azka_majidah
Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green melambung lebih 30% pada 09 juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) dari Rp. 12.300/liter menjadi Rp. 16.250/liter, sedangkan Pertamax Green (RON 95) dari Rp. 12.900/liter menjadi Rp. 17.000/liter. Kenaikan ini disebabkan oleh kondisi harga BBM di pasar global tengah melonjak akibat tensi geopolitik. Hal ini disampaikan oleh Sigit Setiawan seorang VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga.
Kenaikan ini sangat berdampak pada rakyat, terutama para pemakai Pertamax. Karena mahal, rakyat akan berpindah pada Pertalite dan akibatnya Pertalite langka. Hal ini akan menambah tekanan pada APBN. Temuan BBC News Indonesia di lapangan, kurir dan ojol terpaksa menggunakan Pertamax karena ingin menjaga stamina sepeda motor. Sebagian beralih pada Pertalite, yang bukan tanpa resiko. Karena BBM ini tidak cocok untuk beberapa jenis mesin, jika dipaksakan akan menyebabkan kerusakan pada mesin sepeda motor. Jadi, saat ini Pertalite langka karena beberapa sudah berpindah pada Pertalite, demi menyelamatkan kelangsungan hidupnya.
Tata kelola BBM yang mengikuti harga dunia, ini menunjukkan bahkawa kebijakan Pemerintah tunduk pada mekanisme pasar global. Sehingga Negara hanya menjadi regulator para kapital. Semua kebutuhan publik terkapitalisasi dan dikelola berdasarkan paradigma pasar bebas. Jadi, pengelolaan BBM yang harusnya di tangan negara menjadi tergadaikan. Inilah wajah sistem ekonomi kapitalisme yang salah dan mendzolimi rakyat. Oleh karena itu, kedaulatan energi Indonesia sangat lemah.
Sedangkan dalam sitem Islam, pengelolaan BBM tanggung jawab negara. Karena syariat Islam menempatkan BBM adalah milik umat yang dikelola oleh negara dan dikembalikan lagi untuk kepentingan umat bukan korporat. Rasulullah SAW bersabda: "Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara, yaitu padang rumput, air, dan api." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Minyak bumi termasuk api dalam hadist tersebut. Yang dimaksut berserikat Artinya, berserikatnya manusia karena posisi air, padang rumput, dan api sebagai fasilitas publik yang dibutuhkan manusia secara umum. Oleh karena itu, apapun yang menjadi kebutuhan, fasilitas umum dan manfaatnya untuk manusia harus dikelola oleh Negara. Negara mendistribusikannya secara merata dan adil, serta tidak mengambil keuntungan. Kalaupun ada harga yang dibayar umat, harga tersebut hanya harga produksi saja. Oleh karena itu, dengan tata kelola berdasarka Islam ini Negara akan mampu memenuhi kebutuhan energi dengan murah, hal ini akan mewujudkan kesejahteraan umat.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar