Sekolah Maung, Mampukah Mencetak Generasi Cemerlang di Masa Depan?


Oleh: Ai Dewi Mulyawati

Juli menandai berakhirnya tahun ajaran. Banyak orang tua mulai sibuk mempersiapkan kebutuhan anak yang akan melangkah ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Tidak sedikit diantara mereka berusaha mendaftarkan putra putrinya ke sekolah unggulan, yang sekarang dikenal dengan sebutan “Sekolah Maung”.

Apa itu “Sekolah Maung”? Sekolah Maung (Manusia Unggul) adalah program pendidikan baru yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sejak akhir 2025. Nama “Maung” diambil dari Bahasa sunda yang berarti Harimau. Simbol keberanian, tangguh, dan bermartabat, sekaligus sebagai identitas khas Jawa Barat. Dengan program ini Gubernur Jawa Barat mempunyai tujuan utama yaitu melahirkan generasi pintar, berkarater kuat, berakhlak mulia, mandiri, dan terampil, tidak hanya mengandalkan nilai akademi semata.

Perkembangan awal dari program tersebut adalah dipilihnya Purwakarta sebagai lokasi percontohan pertama. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan proses awal pembangunan Sekolah Maung di Purwakarta telah dimulai dengan rampungnya pengalihan aset lahan dari pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi seluas kurang lebih 9 hektar.

“Proses hibahnya kan baru kita terima, kemarin sekitar dua minggu yang lalu. Jadi pengalihan asetnya sekarang sedang dijajaki karena pemanfaatan lahannya disitu kan luas, ada 9 hektar,” ujar Purwanto, pada Rabu 21 Januari lalu. Dikutip dari detik com.

Sekolah ini direncanakan baru beroperasi mulai tahun ajaran 2026/2027. Dengan membuka berbagai jurusan antara lain, teknologi, otomotif, pertanian, olah raga, seni dan lain-lain. Sebagian besar menggunakan Gedung sekolah negeri yang sudah ada lalu ditingkatkan kualitasnya, bukan dibangun dari nol.

Intinya dari program ini Gubernur Jawa Barat ingin menciptakan sistem pendidikan yang seimbang, cerdas otak, kuat hati dan terampil tangan. Orientasi utamanya jelas untuk keberhasilan duniawi, kemajuan daerah dan persaingan modern. Siap melanjutkan studi atau bekerja, sehingga seleksi penerimaan siswa baru di sekolah manusia unggul menjadi sangat ketat. Siswa yang ingin masuk Sekolah Maung diharuskan memiliki tingkat kecerdasan awal dan atau memiliki potensi keahlian tertentu.

Sekarang, coba kita lihat bagaimana sistem Pendidikan Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw! Sistem Pendidikan Islam berlandaskan pada ketauhidan dengan menjadikan Al Quran dan Sunnah sebagai sumber utama. Semua ilmu bersumber dari dan menuju pengenalan Allah dengan tujuan untuk membentuk insan kamil, manusia yang cerdas, berakhlak mulia, bertaqwa, bermanfaat dan selamat dunia akhirat.

Pencarian ilmu dalam Islam merupakan bagian dari bentuk ibadah sesuai dengan perintah Allah SWT. Allah SWT. berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat 56).

Dengan ilmu hidup manusia akan lebih terarah sehingga semakin mempermudah terwujudnya cita-cita menjadi insan yang berakhlaq mulia. Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Al-Bukhari).

Kedudukan ilmu dalam Islam merupakan tanda kebesaran Allah SWT. Sehingga manusia yang menuntut ilmu memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari yang lainnya. Allah SWT. berfirman,
 قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
”Katakanlah, 'Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az Zumar: 9).

Rasulullah Saw. juga bersabda, “Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Mulsim).

Pembentukan karakter dalam sistem pendidikan Islam menjadikan akhlaq sebagai inti utama pendidikan, sebab ilmu tanpa akhlaq dianggap berbahaya. Pembentukan karakter berjalan menyeluruh, meliputi kejujuran, amanah, keadilan, kepedulian terhadap sesama, dan kesadaran akan rasa takut kepada Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia.” (HR. Ahmad). Rasulullah Saw. juga bersabda, “Orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaqnya.” (HR. Tirmidzi).

Dalam sistem pendidikan Islam tidak ada seleksi ketat untuk masuk ke dalam satu sekolah, tidak harus memiliki nilai tinggi dan potensi tertentu, sebab hal itu bisa menyebabkan terciptanya kelompok belajar yang terpisah dari mayoritas anak lainnya. Pendidikan dalam Islam menjadi hak setiap orang tanpa membedakan tingkat kecerdasan awal dan negara memiliki kewajiban menyediakan pendidikan yang layak, gratis, dan merata bagi seluruh warga.

Allah SWT. berfirman,
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ
“Dan sesungguhnya kami telah memuliakan anak cucu Adam.” (QS.Al Isra: 70).

Rasulullah Saw. bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim laki-laki maupun perempuan.” (HR. Ibnu Majah). Jelas dalam Islam pendidikan merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim, tidak harus memiliki kriteria tertentu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Selain menciptakan manusia dengan kecerdasan yang baik, sistem Islam juga mendidik generasi yang memahami batasan halal dan haram dalam ekonomi, menolak peraktek ribawi, dan mampu mengelola kekayaan alam demi terwujudnya kesejahteraan umum. 

Pendidikan Islam berusaha membentuk individu yang menjadi penggerak terwujudnya sistem kehidupan yang adil dan mandiri, sebab saat ini banyak diantaranya orang-orang yang memiliki kecerdasan akan tetapi dengan sengaja memanfaatkan kekayaan alam untuk memperkaya diri sendiri, tidak takut dengan aturan yang telah Allah SWT. tetapkan.

Allah SWT. berfirman,
وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah 275)

Juga dalam QS.Al Araf ayat 56,
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْن
“Dan janganlah kamu merusak di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya.” 

Kesimpulannya, dalam hal ini Sekolah Maung memiliki keunggulan dalam aspek pengembangan kecerdasan dan kedisiplinan, namun belum menyentuh aspek ibadah serta tanggungjawab kehidupan akhirat. Keberhasilan program ini sangat bergantung kepada pelaksanaan di lapangan dan tidak dapat menjamin terhindarnya siswa dari penyimpangan nilai.

Sementara sistem Islam menawarkan kerangka yang lebih utuh karena memadukan kecerdasan, keterampilan, dan pembantukan akhlaq yang bersumber dari wahyu Allah SWT. Tujuannya bukan sekedar mencetak orang pintar, melainkan melahirkan manusia yang benar-benar bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, dan seluruh alam semesta.

Saatnya kembali kepada sistem Islam sebab hanya sistem Islam yang dapat sejalan dengan hal demikian. Tugas kita adalah mengkaji Islam kaffah bersama kelompok dakwah Islam ideologis dan mendakwahkannya di tengah-tengah masyarakat agar semakin banyak yang tercerahkan.

Waallahu'alam bishshawab.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar