Oleh: Lia Fitri
Ratusan mahasiswa serentak bergerak menggelar demonstrasi di Jakarta dan daerah. Mereka menyoroti sejumlah isu, mulai dari kenaikan harga BBM, melemahnya nilai tukar rupiah, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kondisi perekonomian nasional yang menekan daya beli.
Beberapa pimpinan DPR menemui mahasiswa seperti Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa. Ada pula Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath, dan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Nazaruddin Dek Gam.
“Pada intinya mereka menyampaikan aspirasi untuk diteruskan kepada pihak pemerintah, menyampaikan aspirasi kepada DPR dalam hal tugas pengawasan DPR," kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers di dalam Gedung DPR RI, Jumat (19/6/2026).
Pangkal Masalah dari Aksi Tersebut
Aksi unjuk rasa yang terjadi ini membuktikan bahwa adanya kekecewaan dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap penguasa yang aspirasinya disuarakan oleh mahasiswa. Dengan memiliki pemikiran yang kritis yang menjadi garda terdepan dalam melawan demi perubahan di masa depan, mahasiswa merupakan tonggak peradaban.
Hanya saja, jangan sampai aksi protes ini dibajak oleh banyak kepentingan. Sebut saja rezim oposisi ataupun pihak-pihak yang bersebrangan dengan rezim berkuasa yang mereka mendompleng aksi murni dari rakyat yang tertindas.
Oleh karena itu agar tidak dibajak, rakyat harus paham akar persoalan mengapa penderitaan ini terus saja menggelayuti. BBM naik, harga kebutuhan naik, angka pengangguran semakin meningkat. Semua itu Adalah persoalan sistem yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan berganti orang.
Tapi Kenapa Ganti Menteri pun Kebijakan Tetap Sama?
Lihat saja rezim berganti, namun kebijakan tetap saja menzalimi. Ini menjadi bukti bahwa persoalan yang terjadi sudah pada persoalan sistem sehingga solusi atas perubahannya harus fundamental. Sistem sekuler demokrasi kapitalis adalah biangnya. Sistem ini telah memisahkan agama dari kehidupan dan meracuni benak rakyat bahwa tujuan hidup hanyalah untuk mendapatkan materi semata.
Solusi Terbaik Dalam Perubahan
Perubahan yang hakiki ini lahir dari pemikiran Islam. Islam harus dijadikan akidah kepemimpinan berpikir agar dapat melahirkan kebenaran melalui wahyu bukan kepentingan yang hanya berefek jangka pendek. Akidah Islam juga akan menuntun pengembannya pada arah perjuangan yang benar dengan penerapan ideologi Islam sebagai solusi atas permasalahan negara sehingga permasalahan dapat diselesaikan dengan syariat Islam. Seperti firman Allah SWT yang artinya, "Dan kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri" (QS. An-Nahl:89).
Islam mengatur hubungan penguasa dan rakyat berdasarkan syariat Islam, bukan berdasarkan kepentingan, manfaat, atau melanggengkan kekuasaan. Penguasa wajib menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan.
Dalam Islam rakyat memiliki hak syura (menyampaikan pendapat). Rakyat memiliki hak terhadap penguasa untuk merujuk dan meminta pendapat atau masukan mereka. Allah Swt berfirman yang artinya: "Bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertakwalah kepada Allah." (QS. Ali Imran: 159).
Rakyat tidak hanya memiliki hak syura saja, tetapi rakyat juga berkewajiban mengontrol serta mengoreksi tugas-tugas dan kebijakan-kebijakan para penguasa.
Sebagaimana Allah telah mewajibkan kaum muslim untuk melakukan muhasabah al-hukkam (mengontrol dan mengoreksi para pejabat pemerintahan), untuk melakukan muhasabah terhadap para penguasa dan mengubah perilaku mereka jika melanggar hak-hak rakyat, melalaikan kewajiban-kewajibannya, mengabaikan urusan rakyat, menyalahi hukum-hukum Islam, atau memutuskan hukum dengan selain yang telah Allah turunkan.
Keberhasilan Islam dalam mengubah atau mengatur masyarakat terbukti pada dakwah Rasulullah SAW hingga luasnya 2/3 dunia dengan kemakmuran yang dirasakan dunia selama 13 abad lamanya hingga akhir runtuhnya pada masa kejayaan di Turki oleh penjajah Inggris. Penegakan ideologi yang haq yaitu Islam seharusnya menjadi agenda perjuangan mahasiswa. Perjuangan mahasiswa harus berpijak pada ideologi Islam dan bangkit untuk melawan ideologi batil.
Wallahu a'lam bish-shawab
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar