Muharam... Saatnya Hijrah Menuju Islam Kaffah



Oleh : Eka Sulistya

Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri...
Jika Muharam ini adalah Muharam terakhir,
masihkah kita ingin menunda hijrah?
Berapa kali Allah memanggil,
namun kita berkata, "Nanti saja..."
Berapa kali hati tersentuh,
namun dunia kembali membuat kita lupa.
Padahal usia terus berkurang,
sementara dosa terus bertambah.
Entah mana yang lebih banyak,
air mata penyesalan...
atau kelalaian yang terus kita pelihara.

Saudariku...
Allah tidak meminta kita menjadi sempurna dalam semalam.
Allah hanya ingin melihat kita mau melangkah pulang.
Hijrah bukan karena sudah baik.
Hijrah adalah karena kita sadar,
kita terlalu lama jauh dari Rabb yang tak pernah berhenti menyayangi kita.
Muharam datang membawa pesan,
"Jangan ulangi kesalahan yang sama."
Biarkan lembaran lama dipenuhi istighfar,
dan lembaran baru dihiasi ketaatan.
Mari memeluk Islam secara kaffah.
Bukan hanya ketika di majelis ilmu,
bukan hanya saat hati sedang tenang,
tetapi dalam setiap pilihan, setiap langkah, dan setiap keadaan.
Sebab kelak,
yang menemani kita di dalam kubur bukan harta,
bukan jabatan,
bukan pujian manusia.
Yang menemani hanyalah amal...
dan penyesalan tak akan mampu mengembalikan waktu.
Maka, sebelum Allah menutup lembar kehidupan kita,
bukalah lembar hijrah kita hari ini.
Muharam bukan sekadar pergantian tahun.
Ia adalah panggilan cinta dari Allah...
"Kembalilah kepada-Ku. Aku masih membuka pintu ampunan untukmu."

Semoga Muharam ini menjadi awal hijrah yang sesungguhnya. Bukan sekadar berubah sesaat, tetapi istiqamah hingga Allah memanggil kita dalam keadaan membawa Islam secara kaffah dan hati yang diridhai-Nya.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.



Posting Komentar

0 Komentar