Aborsi dan Pembuangan Bayi Menjamur, Dimanakah peran Negara?


Oleh : Ratih Ramadani, S. P. (Praktisi Pendidikan) 

Hasil pemeriksaan forensik Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Balikpapan mengarah pada dugaan aborsi dalam kasus penemuan janin di aliran DAS Sungai Ampal, Balikpapan.

Temuan ini menjadi titik terang atas peristiwa yang sebelumnya menggegerkan warga setelah janin ditemukan di dekat Rumah Pompa Saluran Primer Ampal. Janin tersebut awalnya ditemukan warga saat aktivitas pembersihan sampah, tertutup dedaunan dan sempat dikira bangkai hewan.

Sebelumnya di kota Samarinda juga terjadi kasus yang sama yakni Kepolisian mengungkap gambaran utuh di balik peristiwa pembuangan bayi laki-laki yang sempat menggegerkan warga Gang Mandiri, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. 


Akar Masalah

Maraknya kasus aborsi kian memprihatinkan, hal tersebut mencerminkan bahwa betapa semakin bobroknya generasi penerus saat ini. Paham liberal sekulerisme telah meracuni pemikiran dan menyebabkan umat melenceng jauh dari syariat. Adanya aborsi atau pembuangan bayi tidak lepas dari maraknya pergaulan bebas di kehidupan masyarakat sekularisme dan liberalisme. Remaja hidup bebas, tidak mengenal agamanya dan tidak mengetahui standar halal-haram menurut syariat. 

Kontribusi pendidikan sekuler yang gagal mencetak generasi berakhlak mulia karena tidak menjadikan aqidah sebagai pondasi kurikulum. Selanjutnya sistem ekonomi yang memiskinkan masyarakat semakin membuat stres dan akhirnya psikologis terganggu. Sistem sanksi tidak membuat jera pelaku aborsi dan seks bebas dan pada akhirnya menyuburkan perzinahan. 

Tiga pilar yakni negara, individu bertaqwa, serta kontrol masyarakat khususnya peran tokoh agama di masyarakat dengan dakwahnya seharusnya sepaket menyelesaikan problem berkenan mayat bayi ditemukan. 

Kerusakan dan berbagai bentuk kemaksiatan yang terjadi ditengah-tengah umat adalah bukti bahwa rusaknya sistem kapitalisme sekularisme yang diterapkan selama ini. Keberadaan ideologi tersebut nyatanya semakin menggerus pemikiran umat. Adanya pemikiran yang keliru terhadap makna Islam dan upaya pemisahan agama dari kehidupan yang menjadikan agama hanya sekedar dipandang sebagai ibadah ritual saja. Islam dilupakan keberadaannya sebagai din yang sempurna untuk mengatur seluruh tatanan kehidupan umat manusia, membuat perilaku dalam masyarakat kehilangan kendali hingga berakhir pada rusaknya sistem tata pergaulan.

Selain itu, adanya kebijakan yang tertuang dalam UU tentang Hak Asasi Manusia (HAM), dijadikan sebagai tameng untuk melindungi hak manusia dan hak berperilaku bebas. Dan tentu saja akibat masuknya doktrin liberal ala barat ini, memicu semakin maraknya pergaulan bebas dan merebaknya tayangan-tayangan menjerumuskan yang keberadaannya sangat mudah di akses pada media sosial.


Islam Solusi Hakiki 

Pergaulan bebas yang kian menjamur hingga terjadinya perzinahan dan memicu tindakan aborsi merupakan perbuatan yang sangat tercela bahkan diharamkan dalam Islam.

Sebab, aborsi adalah suatu tindakan yang merampas hak hidup seseorang. Pad9ahal Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya dan hanya Allah yang berhak untuk mengambil kembali ciptaan-Nya. Oleh karena itu membunuh dengan melakukan tindakan aborsi sangat dilarang dalam Islam. Allah Swt. berfirman, “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (Membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syarak).” (QS. Al-Isra:33)

Berdasarkan realita yang ada, bahwa aborsi tidak hanya sekedar masalah medis saja akan tetapi merupakan permasalahan sosial, akibat umat membebek pada peradaban barat. Oleh karena itu, langkah tepat untuk menghentikan kekacauan ini adalah dengan berhenti mengekor pada barat dan mengganti peradaban tersebut dengan peradaban Islam. Selain itu negara juga akan memberikan kontrol ketat terhadap tindakan aborsi dan hanya membolehkan tindakan tersebut dilakukan pada janin yang berusia dibawah 40 hari atas dasar alasan yang sesuai dengan syariat.

Tokoh agama harus sepaket dengan masyarakat jangan sendiri-sendiri. Dakwah dengan pembinaan individu serta dakwah politis akan mampu mencetak generasi jauh dari praktik gaul bebas. Andai menemukan kemungkaran akan berdakwah terdepan menyelesaikan problem masyarakat, jika menemukan mayat bayi pun akan diurus sesuai Islam. Meski diusut pihak berwenang perannya diandalkan. Jauh dari Islam mengakibatkan maraknya pembungaan bayi dan aborsi. Perlu support sistem Islam dan tiga pilar. MT/ majelis taklim akan terdepan menyuarakan Islam. Menyuarakan kepada masyarakat akan Islam kaffah. Selanjutnya dakwah mengembalikan peran generasi untuk berjuang menegakkan Islam.

Kemudian Islam juga akan menerapkan aturan sistem pergaulan Islam, bahwa laki-laki dan perempuan tidak boleh berkhalwat (berdua-duaan) tanpa adanya mahrom dan melakukan Ikhtilat (Campur Baur), hingga larangan mendekati zina. Dan negara juga akan memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku perzinahan dengan pemberian hukuman rajam dan cambuk, yang sesuai dengan status pernikahannya. Kemudian hukuman Qishas tak luput diberikan kepada mereka yang dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang.

Selanjutnya negara juga akan menerapkan pendidikan kurikulum yang berbasis akidah Islam, sehingga ketika generasi penerus peradaban tersebut tumbuh dalam pembinaan yang tepat dan pemikirannya telah terikat pada hukum syarak, maka kehidupannya tidak akan melenceng dari syariat Islam. Selain itu, negara akan turut mengontrol dan menata media agar informasi yang di syiarkan hanya mengarah pada kebaikan dan ketakwaan. Maka demikianlah Islam yang merupakan Ideologi terbaik sebab memiliki tiga pilar yang senantiasa menjaga umat dalam kebaikan dan ketaatan pada Allah dan Rasulnya yaitu, iman, Islam dan ihsan.

Sejatinya, hanya sistem Islam yang mampu menyelesaikan segala problematika kehidupan secara tuntas hingga ke akarnya. Namun untuk menerapkannya, diperlukan adanya Institusi yang menaungi yaitu Daulah Khilafah Islamiyah.

Wallahu A’lam Bisshowab.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar