Hentikan Kenakalan Remaja dengan Upaya Preventif yang Komprehensif


Oleh: Wulan Safariyah (Aktivis Dakwah)

Mengawali tahun ajaran 2026, Polresta Balikpapan melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) kembali menggencarkan program edukatif Police Go To School sebagai upaya preventif menekan angka kenakalan remaja di kalangan pelajar. Kegiatan penyuluhan tersebut digelar di SMP Negeri 3 Balikpapan, Selasa (13/1/2026), dan mendapat sambutan antusias dari para siswa maupun tenaga pendidik.

Program Police Go To School ini merupakan bagian dari strategi Polresta Balikpapan dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung kepada pelajar sejak usia dini. Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, kepolisian berharap para siswa memiliki pemahaman yang kuat untuk menjauhi perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka. 

Kasi Humas Polresta Balikpapan, Ipda Sangidun, turut mengimbau pihak sekolah agar terus menjalin sinergi dengan instansi terkait dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta didik. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap potensi deradikalisasi yang dapat menyasar pelajar di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi.


Buah Kehidupan Sekuler
 
Di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang, muncul kekhawatiran mendalam terkait meningkatnya kasus kenakalan remaja. Anak remaja saat ini menganggap kenakalan mereka adalah sesuatu hal yang biasa, padahal tindakan mereka dapat mengarah pada tindakan kriminalitas.

Jika melihat kenakalan remaja hari ini yang semakin meresahkan, tidak dapat dipungkiri bahwa, ini semua buah dari tatanan kehidupan sekuler liberal. yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga, kebebasan dalam bertingkah laku menjadi standar kehidupan remaja. 

Pemahaman sekuler yang telah bercokol membentuk persepsi di kalangan anak muda bahwa perilaku menyimpang adalah hal yang biasa. Remaja hari ini telah kehilangan identitas hakiki dan jati diri mereka sebagai hamba Allah. Sehingga mereka memandang kehidupan seakan sekadar tempat bersenang-senang.

Terlebih lagi, perlu diwaspadai adanya liberalisasi yang merajalela di era digital saat ini. Platform daring telah menjadi sarana penyebaran nilai-nilai yang tidak selalu selaras dengan norma sosial yang ada, sehingga mengarah pada perubahan tingkah laku yang meluas di kalangan remaja. Anak-anak yang seharusnya fokus pada pengembangan diri dan pendidikan, justru mulai melihat tindakan yang tidak pantas sebagai bagian dari gaya hidup yang dapat diterima.
 
Namun, upaya yang selama ini dilakukan seperti program Police go to school atau sosialisasi serupa ternyata tidak mampu memberikan perlindungan yang efektif terhadap kenakalan remaja yang bersifat sistemik. Masalahnya bukan hanya terletak pada satu elemen masyarakat, melainkan melibatkan berbagai pihak. 

Keluarga sebagai pondasi utama pendidikan seringkali tidak berfungsi dengan baik, masyarakat dan lingkungan sekitar tidak memberikan contoh yang positif, serta sistem pendidikan juga memiliki celah yang membuat anak muda rentan terhadap pengaruh negatif. Lebih dari itu, negara tampaknya seolah tak berdaya mencegah masuknya pengaruh buruk dari platform digital, dengan alasan menjamin kebebasan individu, yang justru membuat aturan menjadi tidak memiliki gigi untuk mengatur perilaku masyarakat.
 
Ruang digital sendiri menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi ini. Meskipun pemerintah telah melakukan upaya untuk memblokir jutaan konten negatif, platform digital terus menghasilkan konten baru yang secara tidak langsung mengarahkan masyarakat, terutama generasi muda, menjadi semakin sekuler, liberal, dan terikat pada gaya hidup kapitalistik. Konten semacam itu seringkali mengedepankan kepuasan diri tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan nilai-nilai budaya yang telah ada.
 
Dengan demikian, yang menjadi permasalahan utama dihadapi oleh remaja saat ini adalah karena remaja hidup pada sistem sekuler, sehingga kenakalan remaja menjadi masalah serius yang tak akan tuntas hanya dengan program police go to school. Tapi butuh upaya preventif yang komprehensif.


Islam Solusi Preventif dan Komprehensif 

Islam adalah agama dan seperangkat aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT sebagai pencipta yaitu aturan Islam. Penerapan Islam sebagai dasar aturan kehidupan adalah suatu kewajiban bagi umat Islam. Aturan Islam juga sebagai solusi untuk semua permasalahan kehidupan, termasuk masalah kenakalan remaja.

Dengan mengadopsi aturan Islam remaja dapat tumbuh menjadi generasi terbaik, yang terbentuk pola pikir dan sikapnya dengan nilai-nilai Islam. Sehingga, remaja akan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Islam serta menghindari prilaku kriminal. 

Remaja muslim, juga perlu penguatan pemahaman Islam dengan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, seperti kajian Islam kaffah dan pembinaan. Dengan begitu remaja muslim akan mengemban qiyadah fikriyyah Islam untuk melanjutkan kehidupan Islam dan mengemban dakwah kepada seluruh manusia dengan tegaknya Daulah Islam.

Solusi Islam adalah solusi yang preventif dan komprehensif. Melalui tiga pilar dan support sistem oleh negara, akan mampu mencegah kenakalan remaja. Pertama, menanamkan akidah Islam kepada anak sejak dini menjadi tanggung jawab dan tugas utama orang tua. Memberikan pendampingan dan pembinaan terhadap anak remaja, serta menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Orang tua juga menjadi teladan bagi anak, memberikan perhatian yang cukup, dan mengarahkan mereka ke arah aktivitas positif.

Kedua, dibutuhkan juga peran masyarakat yang senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar sehingga suasana ketaatan dapat dirasakan. Ketiga, dibutuhkan kurikulum pendidikan yang berlandaskan akidah Islam sehingga dapat membentuk karakter remaja yang kuat dan berkepribadian Islam.

Selanjutnya dengan suport sistem dan penerapan aturan Islam oleh negara, maka orang tua, masyarakat, sekolah dan negara dapat bekerja sama dalam mengatasi masalah kenakalan remaja secara efektif dan tuntas. Untuk itu, sangatlah penting untuk menerapkan aturan Islam di seluruh aspek kehidupan sehingga tercipta generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia yang terlahir darinya generasi emas.

Sebagaimana kisah Thalhah bin Ubaidillah, beliau adalah seorang tokoh dan pemuda muslim yang sering dijadikan contoh bagi para remaja. Ia terkenal dengan keberaniannya yang luar biasa, terutama dalam perang Uhud. Ketika ia berperang sebagai penjaga dan pelindung Rasulullah Saw, dari serangan musuh.

Kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi remaja untuk menggunakan keberanian dan semangat juang mereka dalam membela Islam dan melindungi diri dari serangan musuh. Bukan digunakan dalam perbuatan kriminalitas yang meresahkan.

Wallahu a'lam bishawab 





Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar