Dari Janji Sehat ke Ancaman Nyata


Oleh : Salma Azizah (Aktivis Muslimah)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diklaim sebagai solusi pemenuhan gizi justru memunculkan masalah serius. Sepanjang Januari 2026, kasus keracunan MBG terjadi berulang di berbagai daerah. Dalam periode 1–13 Januari tercatat sedikitnya 1.242 orang diduga menjadi korban, dengan kasus besar di Kudus, Tomohon, dan Grobogan yang menyebabkan ratusan siswa harus dirawat di fasilitas kesehatan. Pola keracunan yang berulang di banyak wilayah menunjukkan lemahnya standar keamanan pangan dan pengawasan negara, sehingga MBG tidak lagi menjadi jaminan gizi, melainkan ancaman kesehatan bagi peserta didik. 

Di tengah kondisi tersebut, kegagalan ini terjadi di tengah anggaran MBG yang terus meningkat. Hal ini menunjukkan adanya jarak besar antara besarnya anggaran dan tujuan program MBG. Program ini hanya menekankan pembagian makanan, tanpa menyentuh penyebab utama masalah gizi seperti kemiskinan, rendahnya daya beli, dan sulitnya akses pangan.

Kasus keracunan MBG yang terjadi secara berulang di berbagai daerah menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekedar kesalahan teknis, melainkan kegagalan sistemik dalam melaksanakan kebijakan. Besarnya anggaran yang keluarkan negara terbukti tidak menjamin keberhasilan jika tujuan utama nya bukan melindungi dan menyejahterakan rakyat. Selama masalah gizi hanya di atasi dengan membagikan makanan, tanpa memperbaiki kemiskinan, lemahnya daya beli dan sulitnya akses pangan, maka persoalan yang sama akan terus terulang.

Dalam Islam, negara yang menerapkan Islam secara kaffah berfungsi sebagai raa’in wa junnah, yakni pengurus dan pelindung rakyat. Pemenuhan kebutuhan pokok menjadi tanggung jawab penuh negara dan diwujudkan melalui mekanisme syariat Islam. Negara menjamin kesejahteraan setiap individu dengan membuka lapangan kerja yang luas serta memastikan upah layak bagi kepala keluarga. Negara juga menjamin pemenuhan gizi masyarakat melalui distribusi pangan yang merata, berkualitas, dan terjangkau hingga ke pelosok, serta menyediakan layanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan secara gratis dengan fasilitas yang memadai.

Dengan peran negara yang menyeluruh dan bertanggung jawab, pemenuhan gizi tidak berhenti sebagai proyek kebijakan, melainkan benar-benar menjadi jaminan kesejahteraan dan keselamatan generasi.

Dari kasus keracunan MBG yang berulang menjadi catatan penting bersama bahwa masalah gizi tidak bisa di selesaikan dengan program cepat dan sementara. Ketika keselamatan rakyat terancam yang perlu di kaji bukan hanya pelaksanaan nya, tetapi juga cara negara mengurus rakyat. Tanpa perubahan yang menyeluruh, persoalan yang sama akan terus terulang.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar