Oleh: Nola Aulia
Warga Palestina tidak berhenti bertahan dari gempuran bombardir zionis israel setiap harinya. Berbagai upaya damai yang digagas oleh dunia internasional tak pernah berakhir baik untuk Palestina. Justru semakin menekan dan memukul mundur warga Palestina ke pojokan sampai tak memiliki tempat berlindung lagi.
Kali ini dunia internasional digemparkan dengan terbentuknya lembaga perdamaian Board of Peace (BoP) yang dicetuskan oleh Trump dengan dalih menjaga perdamaian bagi Palestina. Indonesia menjadi salah satu bgaian di dalamnya, dan untuk menjadi anggota tetap diperlukan biaya 1 miliar dollar (Rp16,9 Triliun). Presiden Prabowo berpendapat bahwa dengan keikutsertaan dalam BoP ini menjadi langkah nyata memperjuangkan perdamaian dunia, khususnya warga Palestina (bbc.com/22/01/2026).
Terbentuknya BoP pada kenyataannya bukanlah untuk mencapai perdamaian bagi Palestina, namun untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi AS. Trump ingin menguasai Gaza dan mengusir seluruh penduduknya, lalu membangunnya denga gedung pencakar langit, wisata pantai, pelabuhan, bandara, dan menara apartemen. BoP adalah alat untuk merealisasikan 20 poin rencana Trump atas Gaza.
Kemerdekaan dan kedamaian Palestina, terutama Gaza tidak membutuhkan BoP maupun rencana AS yang lainnya, yang dibutuhkan adalah pembebasan dari pendudukan Zionis. Perdamaian yang nyata bagi Palestina adalah bisa terbebas dari kekangan dan siksaan Zionis yang tidak ada hentinya. Satu - satunya jalan untuk mewujudkannya adalah dengan berjihad.
Sistem negara seperti saat ini tak akan mampu mewujudkan perdamaian tersebut. Hanya negara dengan sistem islam (Khilafah) yang mampu mewujudkannya. Negara Khilafah akan memberi perintah berjihad dan membebaskan Palestina dari kejahatan Zionis.
Khilafah akan terbentuk jika negeri-negeri muslim bersegera menegakkannya. Bukan malah bersekutu dengan negara kafir harbi fi'lan yang tengah memerangi Palestina (AS dan Israel). Negeri - negeri muslim harus menjadikan Khilafah sebagai qadhiyah masiriyah (agenda utama) dan segera merealisasikannha. Sebab tidak ada solusi damai yang hakiki selain berjihad memerangi Zionis untuk membebaskan Palestina. Wallahu'alam bish-shawab.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar