Oleh : Ummu Aulia (Muslimah Pejuang Peradaban)
Isra mi'raj moment perjalanan mulia nabi Muhammad Sallalahu alaihi wasalam dari Masjidil Aqsa melintasi lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Indonesia pada tahun ini memperingati isra mi'raj pada hari jum'at, 16 Januari 2026, berteparan dengan 27 Rajab 1447 Hijriyah.
Isra mi'raj merupakan salah satu momen penting dalam sejarah perjalanan Islam. Dalam perjalanan is'ra mi'raj Rosulullah Salallahu alaihi wassalam menerima perintah dari Allah Subhanahu Wata'ala tentang keutamaan Shalat limas waktu yang menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim.
Setiap tahun, peringatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat ajaran islam yang dibawa oleh Rasulullah. Biasanya diisi dengan berbagai kegiatan seperti puasa dan sedekah Rajab, serta mengadakan doa bersama serta pengajian akbar.
Di lingkungan sekolah peringatan is'ra mi'raj menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai keimanan, akhlak, dan keteladanan Nabi Muhammad Sallalahu alaihi wassalam. Salah satu yang dilakukan dalam lingkungan sekolah adalah mengadakan lomba sesuai jenjang pendidikan SD, SMP, SMA agar tetap relevan dengan kemampuan peserta.
Rajab dan Is'ra Mi'raj diperingati secara istimewa oleh umat muslim sekedar tentang perjalanan nabi Muhammad Sallalahu alaihi wassalam ke langit dan turunnya perintah sholat.
Setelah peristiwa is'ra mi'raj tidak lama kemudian diikuti dengan momen bai'at Aqabah 2, yakni perjanjian antara Nabi Muhammad Sallalahu alaihi wassalam dengan 73 orang pria dan 2 orang wanita dari Yatsrib (sekarang Madinah) pada tahun 13 kenabian. Perjanjian ini terjadi di bukit Aqabah, sebuah tempat di luar kota Mekah.
Dalam baiat ini, Nabi Muhammad meminta mereka membelanya dan melindungi Islam, serta berjuang bersama-sama melawan musuh Islam. Mereka juga berjanji untuk mendengar dan taat kepada Nabi, serta berinfak di jalan Allah.
Baiat Aqabah menjadi titik balik penting dalam sejarah islam, karena menandai awal hijrah Nabi Muhammad Sallalahu alaihi wassalam dan membentuk negara islam. Sehingga sistem islam dapat diterapkansecara menyeluruh.
Artinya is'ra mi'raj bukan hanya momntum spiritual, tetapi juga gerbang menuju politik umat secara ideologis.
Pasca runtuhnya khilafah pada tanggal 3 maret 1924 ditangan Mustafa Kemal Attaturk, selama 105 tahun umat islam tidak bisa menerapkan hukum dari Allah (Syariat Islam) secara menyeluruh di seluruh penjuru dunia.
Hikmah Is'ra mi'raj baru dimaknai sebagai perintah ibadah sholat sebagai ibadah mahdhah semata, padahal sholat adalah kinayah yang dipakai dalam hadits larangan memerangi imam, selama masih menegakkan Shalat, yang mana makna menegakkan Shalat disini adalah menegakkan hukum Allah.
Umat masih belum menyadari bahwa ditetapkannya sistem sekuler yakni pemisahan agama dari kehidupan secara global adalah bentuk penentangan terhadap hukum Allah.
Ditinggalkannya syariat islam akan membawa bencana politik ekonomi struktural, bencana sosial kemanusiaan, serta bencana alam bahkan yang baru-baru ini terjadi akibat tidak diterapkannya syariat islam. Dimana pemilik modal bisa membabat hutan semaunya sehingga tidak ada pohon yang menyerap air hujan sehingga terjadi banjir.
Runtuhnya Khilafah 105 tahun yang lalu adalah bencana besar bagi umat, umat tersekat-sekat oleh nasionalisme sehingga tidak bisa menolong saudara seiman yang yang terjajah, kekayaan dikuasai oleh sebagian orang sebagai pemilik modal, sedang rakyat yang sengsara semakin menderita dalam sistem ini, serta banyak bencana lainnya. Maka menegakkan kembali kepemimpinan Islam atas dunia menjadi urgent.
Rajab dan is'ra mi'raj momen menuju perubahan hakiki dengan cara membumikan kembali hukum Allah, yakni mencampakkan hukum sekuler dan menggantikannya dengan hukum islam secara kaffah sehingga umat tidak lagi menderita.
Allah menciptakan manusia beserta aturannya pasti ada kebaikan di dalamnya, karena hanya yang menciptakan yang tau kebaikan atau keburukan yang akan diperoleh bila manusia melakukan hal tersebut.
Penjajahan di Palestina, tempat perjalanan Is'ra mi'raj Rasulullah Sallalahu alaihi wassalam yang telah jatuh kepada entitas Yahudi harus dibebaskan.
Penjajahan terhadap minoritas muslim di Uighur, Rohingya, India, Rusia, Filipina Selatan harus dihentikan. Negeri-negeri muslim yang terpecah belah harus disatukan. Hanya jihad fii sabilillah yang dapat menghentikan kekejaman kaum kafir terhadap umat muslim.
Umat harus bersatu membebaskan Palestina dan menegakkan Khilafah Rasyidah, Umat Islam, umat Rasulullah pasti mampu mengembalikan kemuliaan islam. Tegaknya khilafah yang memakai hukum Allah sebagai landasan akan mengembalikan kemuliaan kaum Muslim.
Partai islam ideologis yang memimpin serta mengajak umat untuk kembali melanjutkan kehidupan islam. Menegakkan khilafah adalah kebutuhan pokok yang harus diperjuangkan saat ini karena hanya khilafah yang dapat membebaskan sekat-sekat, membebaskan umat yang tertindas, menyatukan umat yang terpecah-belah.
Umat harus segera menyambut perjuangan menegakkan khilafah. Dalam sejarahnya khilafah telah terbukti lebih dari 1300 tahun memimpin peradaban dengan tingkat kriminalitas rendah. Masa itu disebut masa keemasan, khilafah pasti tegak kembali karena itu janji Rasulullah. Kita sebagai umatnya mau berada diposisi mana yang berjuang atau menentang. Semoga kita termasuk dalam golongan yang berjuang demi tegaknya kehidupan islam.
Wallahu alam bissawab
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar