Oleh: Cita Ka Widuri
Pemerintah Indonesia telah menetapkan tanggal 16 Januari sebagai hari libur nasional untuk memperingati Isra Mi'raj, sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri. Kaum muslimin diberbagai daerah memperingati momen ini dengan mengadakan pengajian di daerah tempat tinggal mereka maupun di sekolah-sekolah. Peristiwa Isra Mi'raj mengingatkan kembali kaum muslimin tentang ditetapkannya kewajiban solat 5 waktu yang disampaikan kepada nabi sebagai syariat yang harus di jalankan oleh seluruh kaum muslimin.
Jika kita mendalami kembali momen Isra Mi'raj ini, kita dapati bahwa bukan hanya tentang kewajiban shalat saja yang menjadi poin penting pada momen ini, namun ada peristiwa penting lain yang perlu diingat oleh kaum muslimin yaitu terbukanya jalan dakwah kaum muslimin pasca peristiwa Isra Mi'raj. Kaum muslimin mendapatkan nushrah (pertolongan) dari kaum Anshar di madinah, dimana mereka mau memberikan baiat kekuasaan kepada Rasulullah di bukit Aqabah. Ini adalah peristiwa yang tidak kalah penting, karena dengan adanya baiat tersebut menandakan terbukanya jalan kemenangan bagi kaum muslimin, mereka memiliki perisai untuk berlindung dari kekejaman orang-orang kafir Quraisy. Sehingga moment Isra Mi'raj ini bukan hanya soal momentum spiritual tapi juga gerbang perubahan umat secara ideologis. Dimana kaum muslimin bisa menerapkan islam secara kaffah (menyeluruh) di madinah. Masa ini terus berlangsung dengan kepemimpinan para khalifah setelah nabi yang mereka menegakkan syariat langit yaitu syariat islam yang berasal dari Allah SWT.
Umat Islam Kehilangan Junnah
Sejak 3 Maret 1924 Masehi kaum muslimin kehilangan junnah (perisai) akibat telah diruntuhkannya kekhilafah islam oleh kaum kafir penjajah. Islam tidak lagi bisa diterapkan secara kaffah, kaum muslimin terpecah belah dan mengalami banyak kesulitan. Kaum kafir penjajah mengubah negeri muslim dengan menerapkan sistem kapitalisme sekuler yang menjauhkan islam dari kaum muslimin. Akibatnya kaum muslimin mengalami bencana besar di berbagai bidang kehidupan, ekonomi sulit, pendidikan mahal, pergaulan bebas merajalela, akidah mereka tergerus oleh tsaqofah/pemikiran asing.
Kaum muslimin tak lagi terlindungi keamanannya, sebagaimana yang menimpa muslim Palestina, mereka terjajah oleh entitas Yahudi, tempat pertama dimana Rasul diperjalankan pada Isra Mi'raj telah dinodai oleh kaum kafir Yahudi dengan darah kaum muslimin yang terbantai. Sungguh miris nasib umat islam tanpa pelindung, umat butuh sistem kepemimpinan yang mampu melindungi dan melayani dengan serius.
Kepemimpinan Islam Melindungi Umat
Kepemimpinan islam dalam bingkai khilafah islam adalah satu-satunya konsep kepemimpinan yang di contohkan Rasulullah Saw. Kepemimpinan islam tidak hanya melindungi kaum muslimin tapi melindungi seluruh manusia dari kedzaliman. Allah telah memberikan seperangkat aturan yang dibutuhkan manusia. Mulai dari jaminan terpenuhinya kebutuhan mendasar seperti sandang, pangan, papan dan juga pendidikan, kesehatan, serta keamanan. Hal ini berlaku tidak hanya untuk muslim saja namun juga untuk seluruh manusia yang hidup dalam kepemimpinan islam.
Islam juga memiliki maqasid syariah yaitu menjaga jiwa, harta, agama, keturunan. Sehingga manusia bisa merasakan ketenangan dan kemaslahatan. Semua ini hanya bisa terwujud jika islam Ideologis diterapkan dalam bingkai khilafah islam.
Rajab dan Isra' Mi'raj, momen membumikan kembali hukum Allah dari langit, yaitu dengan cara mencampakkan hukum sekuler kapitalisme dan menegakkan kembali syariat Islam Kafah.
Penjajahan di Palestina, tempat perjalanan Isra' Mikraj Rasulullah saw yang telah jatuh di tangan entitas Yahudi harus dibebaskan. Demikian juga negeri-negeri muslim yang terpecah belah harus disatukan. Kezaliman penguasa kafir pada minoritas muslim di Rohingya, Uighur, India, Rusia, Filipina selatan harus dihentikan.
Umat Islam, umat Rasulullah, umat Khulafaur Rasyidin, cucu Al Mu'tasim, cucu Sholahudin Al Ayubi, cucu Al Fatih, cucu Khalifah Salim III, cucu Abdul Hamid, cucu Khalifah, pasti mampu mengembalikan kemuliaan Islam. Tegaknya Khilafah Islam akan mengembalikan kemuliaan Islam dan kemuliaan umat Islam. Maka seluruh kaum muslimin harus berjuang bersama dalam mewujudkan perubahan untuk membumikan kembali syariat langit yaitu syariat islam secara serius dan bersungguh-sungguh.
Wallahu alam bishawab
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar