Oleh: Sarinah.
Lebih dari 2,4 juta warga Palestina di jalur Gaza merayakan hari raya Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026 di tengah krisis kemanusiaan yang parah, dengan pembatasan ketat Israel.
Kehancuran infrastruktur, kekurangan pangan, serta air bersih dan obat-obatan masih mewarnai derita muslim di Gaza, ditengah hari raya umat muslim di seluruh dunia.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa hari raya tahun ini berlangsung tanpa sukacita, karena sebagian besar keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Lembaga tersebut mencatat, pasukan Israel telah melakukan lebih dari 2.000 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sejak Oktober 2025.
Pelanggaran itu berupa penembakan, serbuan darat dan serangan udara yang telah menewaskan sedikitnya 677 warga Palestina, dan melukai lebih dari 1.800 sebagian besar korban adalah warga sipil.
Pengiriman bantuan kemanusiaan juga sangat terhambat. Hanya sekitar 40 persen dari jumlah truk bantuan yang diharapkan dapat pat masuk ke Gaza. Tentu saja jumlah itu tidak mencukupi untuk kebutuhan rakyat Gaza, sehingga penduduk Gaza saat ini masih terpuruk dengan keadaan yang mengenaskan ditengah semarak perayaan idul Fitri.
Sementara itu, akses keluar-masuk melalui penyebrangan Rafah masih dibatasi secara ketat, memperparah isolasi warga di wilayah kantong tersebut.
Para pejabat setempat memperingatkan bahwa blokade yang berkepanjangan dan pelanggan berulang akan terus memperburuk kondisi kehidupan warga.
Mereka menyerukan masyarakat internasional untuk segera memastikan kelancaran aliran bantuan kemanusiaan dan memberikan perlindungan bagi warga sipil sesuai hukum internasional (Liputan6 21 Maret 2026).
Derita warga Gaza makin terlupakan ketika AS - Israel fokus memerangi Iran. Ironisnya negara negara teluk justru bersekutu dengan negara kafir dalam memerangi Iran dan melupakan derita Gaza.
Idul Fitri dalam kondisi mengenaskan ini harusnya dirasakan sebagai penderitaan bagi seluruh kaum muslimlin, bagai satu tubuh. Karena sejatinya umat muslim adalah ibarat satu tubuh seperti yang Rasulullah kabarkan dalam hadis. Rasulullah Saw bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari nomor 6011, "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam".
Narasi gencatan senjata maupun Perdamaian dan kemerdekaan Palestina bukan menjadi prioritas bagi AS dan Israel. Meskipun mereka menyuarkan perdamaian dengan membentuk lembaga Biar Of Peace (BOP) itu hanyalah topeng bagi As- Israel untuk menguasai Palestina, dengan kedok rekonstruksi New Gaza. Dua negara tersebut hanya fokus pada hegemoni kekuasaannya pada dunia.
Al-Qur'an mengajarkan untuk berkasih sayang dan lebih lembut terhadap muslim dan bersikap keras terhadap orang kafir dalam Al-Qur'an surah Fath : 29 Allah mengatakan, "Muhamad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka".
Ukhuwah islamiah menjadi pengikat bagi umat muslim di seluruh dunia untuk membebaskan penderitaan saudara sesama muslim, bukan malah memihak AS dan Israel melancarkan hegemoninya ke negeri-negeri kaum muslimin serta bekerjasama dengan mereka menghancurkan Gaza.
Allah memerintahkan mukmin untuk berjihad di dalam surah At Taubah : 123 Allah berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, perangilah kafir di sekitarmu dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu".
Jihad hanya akan sempurna jika negeri muslim bersatu di bawah naungan kepemimpinan khilafiah ala minhajinnubuwah. Karena itu kaum muslim harus bersatu dalam menentukan arah perjuangan membebaskan Gaza dan negeri muslim lainnya. Oleh karenanya tidak ada pilihan lain selain persatuan umat muslim di dunia dengan menegakkan kepemimpinan islamiyah dalam bingkai khilafah.l, sehingga Gaza dan negeri muslim yang terjajah dapat dibebaskan dari segala bentuk penjajahan.
Allahu a'lam bishawwab.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.


0 Komentar