Oleh: Hasyim Suparno
Dalam kitab terdahulu telah di jelaskan bahwa sifat sifat nabi itu matanya bercelak, berambut keriting dan berwajah tampan, sifat sifat ini mirip persis yang terdapat pada fisik rosulullah Saw, namun mereka merubahnya dengan mengatakan bahwa dalam taurat mereka hanya tertulis orang yang berperawakan tinggi dan berambut lebih kesukuan.
Pelajaran pelajaran pada kaum terdahulu yang merupakan bagian penting dalam Al-Qur'an jelas jelas merupakan hal yang patut kita renungkan sebagai pelajaran bagi kita semua, sebagian dari kaum ini(kaum Israil) mengingkari bahkan memusuhi para nabi yang di utus kepada mereka, kelancangan mereka mengundang murka Allah dan mereka pun di sapu bersih dari muka bumi.
Al-Qur'an menjelaskan bahwa peristiwa peristiwa menghancurkan ini hendaknya menjadi peringatan/ pelajaran bagi generasi berikutnya, sebagai contoh Allah langsung menyampaikan firman-nya setelah penggambaran hukumnya atas kelompok Yahudi yang menentang Allah.
" Maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi mereka yang akan datang kemudian serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa". (Al-Baqarah 2:66).
Dalam catatan sejarah kita dapat mempelajari masyarakat masyarakat masa lampau yang telah di hancurkan karena penentangan mereka terhadap Allah SWT. Pelajaran atas semua peristiwa tersebut, masing masing hanya contoh bagi manusia pada masa itu dan kini sehingga semua dapat menjadi peringatan.
Pelajaran pada kaum kaum tersebut adalah untuk menunjukan apa yang di turunkan oleh Al-Qur'an benar benar terjadi di dunia dan membuktikan kepastian cerita cerita dalam Al-Qur'an, bagi kita muslim yang meyakini bahwa Al-Qur'an itu adalah perkataan Allah hukum Allah maka jangan kita lalai, apa lagi meragukan.
Melihat fenomena pada apa yang terjadi pada saat ini itu karena penguasa atau masyarakat masih awam atas agamanya atas perintah Allah dan rosulnya, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah, mudah mudahan kita bukan termasuk kaum yang ingkar.
Aamiin.

0 Komentar