Ke Tanah Suci Dibatalkan Tahun Ini



Oleh : Sri Ratna Puri (Aktivis Masyarakat)

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, berimbas kemana-mana. Selain aspek ekonomi, juga pada pemberangkatan ibadah haji tahun ini. Dibatalkan. Dengan alasan keadaan.

Menteri Agama, Fahrul Razi, menyatakan bahwa hingga hari ini, pemerintah Arab Saudi, belum membuka akses bagi jemaah haji, dari negara manapun.

Karenanya, para calon jemaah, mau tidak mau harus rela menunggu. Walau pihak pemerintah, berujar sudah menyiapkan pengembalian dana penuh bagi calon jemaah yang ingin membatalkan pemberangkatan, namun sebagian besar mereka memilih untuk bersabar, sampai pandemi hilang. Karena, seperti yang kita tahu, menunggu antrian keberangkatan, bukan waktu sebentar. Namun, sampai kapan?

Bila dilihat dari kebijakan new normal life yang sedang diberlakukan, seharusnya pemberangkatan ibadah haji tahun ini, bisa  berjalan normal. Bukan, malah dibatalkan. Mal, kantor, pabrik saja aktif. Ibadah haji, malah (dipersulit) seperti ini.

Banyak pihak pengamat yang menghawatirkan sesuatu. Yaitu, dibalik pembatalan ada pemanfaatan. Pemanfaatan biaya haji, untuk berbelanja APD, yang sampai detik ini, masih kekurangan. Padahal, APD sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan, sebagai garda terdepan menghadapi Covid-19 di negeri ini. 

Bila itu benar, tentu sangat disayangkan. Karena seharusnya, apa pun yang terkait dengan pelaksanaan  ibadah haji, sesuatu yang suci. Sesuatu yang sakral, saat dilaksanakan. Tetapi, dalam sistem kapitalis liberal, semua dibenarkan. Tak ada halal haram, yang dipegang dalam kehidupan. Dan ini, tentu merugikan serta menyesatkan. 

Beda, bila yang diterapkan sistem islam. Sistem yang tidak menghalalkan semua tindakan. Sistem yang berasal dari langit yang tak mempersulit.  Dijalankan oleh orang yang takut pada tuhan (Allah Swt), sehingga berhati-hati dalam semua kebijakan dan tindakan. Terlebih, bagi tamu Allah. Tak akan berani gegabah mengurusi. Apalagi  dimanfaatkan seperti kondisi sekarang. Jadi, mau pilih solusi mana, solusi yang ada dalam sistem kapitalis liberalis yang tak humanis, atau kembali menerapkan sistem islam yang membawa rahmat seluruh alam? Wallahu'alam.  

Posting Komentar

0 Komentar